Batam  

Batam Bidik Posisi Pusat AI Asia Tenggara, Investasi Data Centre Rp88 Triliun Mulai Direalisasikan

Batam, Owntalk.co.id – Transformasi Batam menuju pusat ekonomi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) regional semakin nyata. Badan Pengusahaan (BP) Batam mengawal realisasi investasi senilai USD 5 miliar atau sekitar Rp88 triliun untuk pembangunan AI Data Centre berstandar global di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam (EGSB), yang menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan energi bagi pengembangan pusat data berbasis AI di Batam.

banner 728x90

PT Equator Gate System Batam merupakan perusahaan pengembang AI Data Centre yang mendapat dukungan dari Range Intelligent Computing Technology Company Limited (Range IDC), salah satu operator pusat data terbesar di Tiongkok yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen. Batam dipilih sebagai lokasi ekspansi internasional pertama perusahaan tersebut di luar Tiongkok.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa proyek ini menjadi bukti nyata kesiapan Batam dalam membangun ekosistem digital yang modern dan berkelanjutan.

Menurutnya, posisi strategis Batam, konektivitas internasional yang kuat, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang menjadi modal penting untuk menarik investasi teknologi berkelas dunia.

“Kehadiran AI Data Centre ini menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi Batam menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi,” ujar Li Claudia.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pasokan listrik yang stabil dan andal sebagai faktor utama keberhasilan industri digital. Karena itu, BP Batam berharap sinergi dengan PLN Batam dapat memastikan kebutuhan energi proyek terpenuhi secara optimal.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan bahwa BP Batam akan mengawal proyek tersebut melalui skema percepatan investasi guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

Menurut Fary, keberadaan AI Data Centre ini tidak hanya memperkuat posisi Batam dalam jaringan industri digital global, tetapi juga berpotensi menjadi magnet bagi investasi strategis lainnya seperti cloud computing, semikonduktor, layanan AI, dan industri teknologi masa depan.

“Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung langsung dengan ekosistem digital global,” tegasnya.

Selain membawa dampak investasi besar, proyek yang akan dibangun di lahan seluas sekitar 30 hektare tersebut juga diproyeksikan membuka 700 hingga 800 lapangan kerja profesional di bidang teknologi informasi dan pusat data. Pengembangan talenta lokal akan dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Batam.

BP Batam optimistis investasi ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, mendorong transfer teknologi, serta memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri digital paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Dengan masuknya investasi AI Data Centre berskala global tersebut, Batam kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi juga tengah berkembang menjadi hub industri digital internasional yang siap bersaing di era ekonomi berbasis teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *