Warga Pongkar Cemas Longsor dan Debu Tambang, Desak PT Agro Alam Pongkar Cari Solusi

Karimun, Owntalk.co.id Warga di kawasan Selamat Datang, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, dilanda kekhawatiran akibat aktivitas pengerukan bukit yang dilakukan PT Agro Alam Pongkar (AAP) .

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Karimun selama dua hari terakhir membuat warga takut terjadi longsor dan banjir lumpur yang mengancam permukiman mereka. Sabtu (16/05/2026).

banner 728x90

Seorang warga RT 02/RW 04 yang enggan disebutkan namanya mengaku dirinya bersama keluarga merasa waswas setiap kali hujan turun deras. Menurutnya, air bercampur lumpur dari area pengerukan terus mengalir ke bawah dan hampir masuk ke rumah warga.

“Kami sangat khawatir terjadi longsor. Sudah dua hari hujan deras, air bercampur lumpur turun dari atas bukit dan hampir masuk ke rumah,” ujarnya.

Tak hanya saat hujan, warga juga mengeluhkan debu tebal yang beterbangan ketika cuaca panas dan aktivitas pengerukan berlangsung. Kondisi itu dinilai sangat mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kalau siang panas, debunya sangat mengganggu. Kami sudah mengadukan keluhan ini ke RT setempat, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” tambahnya.

Ketua RT 02 RW 04, Untung, membenarkan adanya keluhan dari masyarakat terkait dampak aktivitas pengerukan bukit tersebut. Ia mengaku sudah dua kali menyampaikan protes dan permintaan solusi kepada pihak perusahaan.

“Saya sudah dua kali melapor ke pihak PT agar segera mencari solusi atas keluhan warga. Saya sampaikan, tolong perhatikan masyarakat dan cari jalan keluarnya,” kata Untung saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu, Ketua DPD ProGib Karimun, Jantro Butar Butar, menilai pemerintah daerah harus segera turun tangan sebelum terjadi bencana yang merugikan warga.

“Pemerintah harus mengutamakan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kesehatan masyarakat. Jangan sampai warga terus hidup dalam ancaman. Hutan sudah digunduli, tapi keselamatan warga seperti diabaikan. Pemerintah ke mana?” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pengerukan yang dinilai membahayakan lingkungan dan permukiman warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *