Karimun, Owntalk.co.id – Bupati Karimun menyoroti kondisi pendidikan di kawasan Sungai Lakam Timur dan Sungai Lakam Barat atau yang dikenal sebagai daerah kolong. Pemerintah daerah menilai wilayah tersebut membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak.
Bupati Karimun menyampaikan, salah satu persoalan utama di kawasan tersebut adalah belum tersedianya fasilitas sekolah yang memadai. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab masih banyak anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan.
“Perlu ada pembenahan karena di situ tidak ada sekolah. Kita juga melihat masih banyak anak-anak yang tidak sekolah, sehingga ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Bupati Karimun.
Menurutnya, kawasan Sungai Lakam merupakan salah satu wilayah strategis dan pusat aktivitas di Kabupaten Karimun. Namun, berdasarkan hasil pengamatan pemerintah daerah, masih ditemukan banyak anak usia sekolah yang belum mendapatkan pendidikan meski orang tua mereka tercatat sebagai warga setempat.
“Kita sudah melihat variabelnya, masih banyak anak-anak yang tidak sekolah. Orang tuanya memiliki KTP di situ, tetapi anak-anaknya belum mendapatkan pendidikan,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah berencana berkoordinasi dengan DPRD Karimun serta memanggil seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga lembaga adat Melayu.
Langkah tersebut dilakukan agar persoalan pendidikan di kawasan kolong dapat menjadi perhatian bersama demi membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Karimun.
“Kita akan koordinasi dengan DPRD dan memanggil stakeholder yang ada, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga adat Melayu agar persoalan ini menjadi atensi bersama,” ungkapnya.
Bupati Karimun juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan sosial di daerah tersebut. Menurutnya, tanggung jawab terhadap pendidikan anak bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.
“Kita harus saling membantu, karena semua komponen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan. Kita harus merasa bahwa anak-anak orang lain juga adalah anak-anak kita, karena mereka merupakan masa depan Karimun,” tegasnya.
