Batam  

Iman Sutiawan Ajak Publik Sikapi Polemik Pernyataan Li Claudia Secara Bijak dan Utuh

Batam, Owntalk.co.id – Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, mengajak masyarakat untuk menyikapi polemik yang berkembang terkait pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Menurut Iman, pernyataan yang disampaikan Li Claudia merupakan refleksi dari kepedulian seorang pemimpin terhadap kondisi sosial di lapangan, terutama menyangkut aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat serta berpotensi membahayakan lingkungan.

banner 728x90

“Pada dasarnya, Bu Li memiliki kepedulian besar terhadap Batam. Dalam dinamika di lapangan, wajar jika seorang pemimpin bersikap tegas demi melindungi daerah yang dianggap sebagai rumah bersama,” ujar Iman.

Ia menilai, ketegasan tersebut tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab moral seorang pemimpin dalam menjaga ketertiban serta melindungi kepentingan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Iman mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh masyarakat dan kaum ibu, untuk tetap menjaga suasana kondusif serta tidak memperbesar perbedaan tafsir yang berpotensi memicu gesekan sosial di tengah keberagaman masyarakat Batam.

“Tidak ada niat merendahkan pihak mana pun. Masyarakat diharapkan dapat membedakan antara ketegasan terhadap pelanggaran hukum dan sikap terhadap masyarakat kecil. Jangan sampai kita terprovokasi oleh potongan narasi yang beredar di media sosial,” katanya.

Iman juga menegaskan bahwa persoalan tersebut sejatinya telah disikapi secara bijak dan kekeluargaan. Ia menyebut, Li Claudia telah melakukan pertemuan langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat yang sebelumnya merasa tersinggung, dan dialog tersebut berlangsung dalam suasana hangat serta penuh persaudaraan.

“Mereka sudah duduk bersama, berdiskusi santai, saling memahami, dan bahkan saling mendukung untuk kemajuan Batam ke depan. Artinya, persoalan ini sebenarnya sudah selesai dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin telah menghasilkan kesepahaman bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Batam tetap aman, harmonis, dan inklusif bagi semua kalangan.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga persatuan. Jika ada perbedaan pendapat, selesaikan melalui dialog yang sehat dan kepala dingin,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Iman berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam narasi yang berpotensi memecah belah, melainkan fokus pada upaya bersama dalam mendukung pembangunan serta menjaga kerukunan di Kota Batam.

“Batam dibangun dengan semangat kebersamaan. Mari kita rawat kota ini dengan hati, penuh kasih, dan dengan cara-cara yang menyejukkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *