Batam, Owntalk.co.id – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Selasa (24/03). Kegiatan Open House yang digelar selama tiga hari menjadi momen istimewa bagi warga binaan untuk kembali bertemu dan melepas rindu dengan keluarga tercinta.
Sejak awal kegiatan, tangis haru tak terbendung saat keluarga dan warga binaan saling berpelukan. Wajah-wajah yang sebelumnya dipenuhi kerinduan kini berubah menjadi senyum bahagia. Bagi mereka, kesempatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan momen berharga yang telah lama dinantikan.
Open House kali ini hadir dengan suasana berbeda. Selain menjadi ajang pertemuan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan band yang membawakan lagu-lagu penuh makna, menambah kedalaman emosi di tengah pertemuan tersebut. Tak hanya itu, area bermain anak turut disediakan, menghadirkan keceriaan bagi keluarga yang datang bersama buah hati.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, pihak Rutan Batam tetap memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Setiap barang bawaan pengunjung diperiksa secara ketat sesuai prosedur guna mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat ikatan emosional antara warga binaan dan keluarga.
“Melalui Open House ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk kembali menguatkan hubungan dengan keluarga. Dukungan dari keluarga menjadi sumber semangat bagi mereka untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran keluarga memiliki peran penting dalam proses pembinaan. Ikatan emosional yang terjalin mampu menjadi motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan Open House ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menghadirkan harapan baru. Di balik tembok rutan, tersimpan kisah tentang cinta keluarga, penyesalan, dan tekad untuk berubah yang pada akhirnya menjadi awal dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.
