Kesal Janji Perbaikan Tak Terealisasi, Warga Kampung Tua Sungai Binti Bongkar Paksa Gorong-Gorong Sempit Pemicu Banjir

Proses bongkar paksa gorong-gorong oleh warga menggunakan alat berat Kamis (19/2/2026) malam.

Batam, Owntalk.co.id – Kekecewaan warga Kampung Tua Sungai Binti, RW 12, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, akhirnya memuncak. Setelah janji perbaikan tak kunjung terealisasi dan banjir terus berulang setiap kali hujan deras turun, warga memilih bertindak dengan membongkar paksa gorong-gorong sempit yang diduga menjadi pemicu utama genangan, Kamis (19/2/2026).

Puluhan warga bersama perangkat RT dan RW turun langsung ke lokasi gorong-gorong yang berada di sekitar kawasan Kantor Kementerian Kesehatan dan lahan milik PT Lois & Tiger Trans. Mereka menilai konstruksi saluran air yang terlalu sempit serta adanya sumbatan tanah dan beton menghambat aliran air menuju laut, sehingga menyebabkan permukiman terendam cukup parah.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekesalan warga atas lambannya respons pemerintah terhadap persoalan banjir yang telah berulang kali terjadi. Warga mengaku sebelumnya telah menerima janji perbaikan dan evaluasi sistem drainase, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret di lapangan.

Tokoh masyarakat Rahman yang akrab disapa Aji mengatakan, kondisi banjir sudah sangat meresahkan dan membahayakan warga, sehingga tindakan pembongkaran dilakukan secara gotong royong.

“Kami sudah menunggu lama. Janji perbaikan ada, tapi realisasinya tidak jelas. Banjir terus terjadi setiap hujan deras. Karena itu kami bergerak bersama agar air bisa kembali mengalir lancar ke laut,” ujarnya.

Ketua RW 12, Suryadi, yang turut memimpin aksi tersebut menegaskan bahwa langkah ini diambil demi keselamatan dan kenyamanan warga. Ia berharap pemerintah kota segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan permanen pada sistem drainase di wilayah Kampung Tua Sungai Binti.

Di lokasi, tampak warga bahu-membahu menjebol bagian gorong-gorong yang menyempit dan membersihkan material yang menyumbat aliran air. Setelah sumbatan terbuka, debit air berangsur surut.

Meski demikian, warga menegaskan bahwa pembongkaran ini bukan solusi jangka panjang. Mereka menuntut komitmen nyata dari pemerintah dan pihak terkait agar sistem drainase diperbaiki secara menyeluruh, sehingga banjir tidak lagi menjadi ancaman rutin bagi masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak instansi terkait maupun perusahaan mengenai tindak lanjut perbaikan saluran air tersebut.

Exit mobile version