Karimun, Owntalk.co.id – Praktisi sekaligus Pelatih Karate Bustami Arifin sangat kecewa dengan keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri yang diduga asal main tunjuk pemenangan O2SN tingkat Provinsi. Jumat 08/08/2025.
Praktisi sekaligus Pelatih Karate Bustami Arifin mengatakan, sangat kecewa dengan rilis yang di keluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tentang pelaksanaan kegiatan O2SN tingkat Provinsi khususnya di bidang Karate.
“Menurut saya keputusan yang diambil Dinas Pendidikan Provinsi untuk kegiatan O2SN khusus bidang Karate tidak Relevan karena tidak melibatkan Forki Kepri dalam hal penilaian,” katanya.
“Dengan adanya keputusan sepihak ini kami kecewa karena kami tidak tahu dimana waktu pelaksanaan dan kapan serta siapa yang menjadi penilai kegiatan O2SN ini, khususnya bidang Karate, tiba- tiba langsung ada pemenangnya,” tambahnya.
Ia juga sebagai praktisi sekaligus pelatih Karate merasa kecewa dan ingin tahu siapa yang menilai dalam kegiatan O2SN tersebut tiba-tiba sudah ditetapkannya pemenangan untuk kegiatan O2SN tingkat Provinsi Kepri.
“Kami tidak peduli siapa pemenangnya tetapi haruslah melalui proses kompetisi yang benar bukan asal tunjuk,” ujar praktisi sekaligus pelatih Karate Bustami Arifin.
Bustami Arifin menjelaskan, sudah mengkonfirmasi kepada panita pelaksana O2SN tingkat Provinsi Kepri Ibu Charisma Manulang melalui via Whatsapp, ada tiga yang di tangkap dari pembicaraan tersebut. Yaitu, tidak ada kegiatan lomba, tidak ada anggaran dan saya asal tunjuk.
“Ini yang membuat saya berang sama ibu Charisma, kalau memang tidak ada anggaran ngapain dilaksanakan kalau penilaiannya melalui penunjukan, karena mereka lakukan tidak benar,” ungkapnya.
Sementara itu Kadis Disdik Provinsi Kepri Andi Agung di konfirmasi melalui via Whatsapp mengatakan, belum dapat berita tentang kegiatan O2SN dari bidang Karate.
“Nanti pak saya tanyakan dulu kepada bidangnya, terimakasih,” sebutnya.
Panitia pelaksanaan Ibu Charisma Manulang saat di konfirmasi perihal kegiatan O2SN khususnya bidang Karate melalui via Whatsapp tidak ada respon, sampai berita ini di naikkan. (Koko)
