Polri Apps

Raker Kepsek TK, SD dan SMP se-Kabupaten Lingga Lalu Menyisakan Polemik

Foto bersama saat pelaksaan kegiatan rapat kerja Kepala Sekolah tingkat TK, SD, SMP se Kabupaten Lingga. (ist)

Lingga, Owntalk.co.id – Hingga saat ini, agenda kegiatan Rapat Kerja (Raker) Kepela Sekolah (Kepsek) tingkat TK, SD dan SMP yang dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah se Kabupaten Lingga pada Kamis, (7/12) lalu, yang berlangsung di Ruang Gedung Aula Kantor Bupati Lingga, masih menyisakan polemik.

Pasalnya, kegiatan yang diselanggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Lingga waktu itu menyisakan tanda tanya serta keprihatinan bagi Kepala Sekolah yang harus menyebrangi laut untuk mengikuti agenda tersebut.

Menurut salah seorang Kepala Sekolah, (JN), mengatakan bahwa, dirinya menyayangkan hasil kegiatan rapat kerja kepala sekolah tersebut.

“Bayangkan saja kami hanya mendapat kue harga seribuan 3 jenis, terus baju kaos oblong, sedangkan Tas nya pun kami tidak kebagian,” katanya kepada Owntalk.co.id, Sabtu, (23/12/2023).

Dirinya menjelaskan, pada pelaksaan kegiatan tersebut tidak mendapatkan hasil yang sesuai diinginkan.

“Harusnya kita raker ini diskusi terkait kemajuan dan rencana kita dalam pembangunan mutu pendidikan dllnya, tapi malah situasi saat itu sibuk dengan urusan masing-masing,” jelasnya

Lebih lanjut, dirinya mengatakan tidak adanya perhatian dari penyelenggara terkait biaya perjalanan dan penginapan kepada peserta.

“Uang saku untuk perjalanan kami yang menggunakan transportasi laut kami tanggung sendiri, dan biaya penginapan kami pun tidak ditanggung, coba pikir kalau saat itu kami tidak ada uang, tentu kami berhutang dulu demi menghadiri kegiatan penting ini, harusnya ada perhatian dari penyelanggara, bahkan hingga saat ini pun tidak kata diganti,” tuturnya

Tutupnya, JN menyayangkan bahwa, pembagian Tas Souvenir yang dibagikan penyelenggara kegiatan banyak tidak diterima oleh peserta.

“Tentu jelas sebelum dipesan dan belanja Tas itu sudah tau berapa banyak tamu undangan Kepala Sekolah yang hadir, jadi kalau kurang dan banyak yang tidak kebagian untuk apa dibagikan,”. tutupnya

Untuk diketahui, narasumber berita tidak ingin disebutkan identitasnya, karena dikhawatirkan terjadinya interpensi dari berbagai pihak. (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *