Polri Apps
banner 728x90

Menko Marves dan Universitas Tindak Lanjuti Kerja Sama Bidang Pertanian

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Jakarta, Owntalk.co.id – Pada September 2020, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama International Cooperation Center of the National Development and Reform Commission (NDRC), telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk Pembangunan Pusat Riset dan Inovasi Konservasi Tanaman Obat Tiongkok-Indonesia.

Perjanjian tersebut melibatkan Universitas Zhejiang dan telah menghasilkan kerja sama dalam penelitian dan peningkatan kapasitas.

Untuk memantau kemajuan kerja sama tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, mengadakan pertemuan dengan Universitas Zhejiang pada hari Senin, tanggal 22 Mei 2023.

Salah satu aspek yang dibahas dalam MoU sebelumnya adalah pendirian Herbal Center dan pengembangan bidang pertanian melalui Taman Sains Teknologi Herbal Hortikultura (TSTH2) dan Food Estate di Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah.

NDRC telah menunjuk Universitas Zhejiang sebagai mitra kerja sama dalam hal ini. “Universitas Zhejiang memiliki keunggulan dalam bidang pertanian dengan adanya universitas dan industri yang unggul. Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini dapat mendorong sektor terkait,” ungkap Menko Marves Luhut.

Saat ini, pemerintah sedang membangun berbagai fasilitas pendukung untuk TSTH2, termasuk laboratorium penelitian pertanian dan tanaman obat, asrama, smart green house, dan peralatan laboratorium.

IT Del, yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi, bekerja sama dengan Universitas Zhejiang dalam pengelolaan TSTH2.

Selain itu, Pusat Asia Tenggara Tsinghua dari Universitas Tsinghua juga akan mendukung peningkatan kapasitas bagi para pelajar dan pendidik.

Dalam pertemuan ini, Menko Luhut meminta kepada Universitas Zhejiang dan NDRC untuk mengimplementasikan MoU yang ada dan segera melakukan langkah-langkah tindak lanjut.

Beberapa perwakilan dari NDRC dan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia telah mengunjungi TSTH2 yang terletak di Sumatra Utara dan berdiskusi dengan IT Del.

“Rencana penelitian telah dirumuskan dalam peta jalan. Proposalnya telah dibuat oleh IT Del bersama dengan universitas terkemuka di Indonesia dan beberapa instansi lainnya,” tutur Menko Marves Luhut.

Dalam proposal tersebut, Indonesia mengajukan penelitian lanjutan tentang pemuliaan genomik dan tanaman, terutama jernang (dragon blood), kunyit, dan kemenyan. Namun, pilihan komoditas dapat didiskusikan lebih lanjut antara kedua belah pihak.

“Kami berharap penelitian ini akan menghasilkan hasil yang konkret sehingga Presiden RI Joko Widodo dapat menandatangani nota kesepahaman ini dalam kunjungannya tahun ini,” harap Marves.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *