Jakarta, Owntalk.co.id – Resmi diluncurkan pada tahun 2020 dan terus berlanjut hingga tahun 2021, Program Kartu Prakerja menjadi bukti dukungan pemerintah kepada masyarakat dalam menghadapi kesulitan.
Menyusul pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhir, pemerintah memberikan pelatihan kepada masyarakat Indonesia demi meningkatkan kualitas SDM di tengah pandemi. Tidak hanya itu, program tersebut juga memberikan insentif yang nantinya akan berguna untuk menunjang kemanfaatan skill.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin memaparkan, Program Kartu Prakerja akan diteruskan di 2022, dengan anggaran besar untuk Rp11 triliun.
Berdasarkan hasil rapat komite, Kartu Prakerja diputuskan sebagai instrumen bantuan sosial Pemerintah yang masih akan dijalankan pada 2022. Insentif Kartu Prakerja masih sama yakni Rp2,4 juta yang terdiri dari Rp600.000 untuk 4 bulan.
Adapun, perkembangannya dari April 2020 hingga akhir 2021, tercatat 83 juta orang yang telah mendaftar dalam program kartu Prakerja. Namun, dikarenakan anggaran dari pemerintah yang terbatas, maka sampai saat ini realisasinya baru mencapai 11,4 juta penerima. Kemudian, dalam ekosistem Kartu Prakerja pun sudah ada 5 Mitra pembayaran yang tergabung, yakni BNI, Go-pay, dana, OVO, dan LinkAja.
Baca Juga :
- Kapolres Karimun Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat Seligi 2026
- Jaga Kekompakan, Aweng Kurniawan Gelar Silaturahmi dan Bukber Bersama Tim Pemenangan di Sekupang
- Bakau Panaran Diratakan: Nama Pandi dan Ayong Mencuat di Balik Proyek
Selain itu, terdapat 7 platform digital dan 8 lembaga pendidikan untuk mengakses pelatihan yang akan masuk dalam ekosistem program Kartu Prakerja. Selain itu nantinya ada perguruan tinggi yang akan memantau pelatihan dalam program Kartu Prakerja yang bersifat mengevaluasi.
Hingga kini ada 181 lembaga pelatihan yang tergabung di dalam program Kartu Prakerja dengan 684 pelatihan aktif yang ada di dalam ekosistem. Ini yang akan dijalankan.

