“Dengan resminya ketujuh titik BBM Satu Harga yang kita lakukan pada hari ini, Pertamina bersama Kementerian ESDM dan BPH Migas kembali mewujudkan energi berkeadilan bagi saudara-saudara kita yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses untuk menikmati energi dengan harga yang terjangkau,” jelas Freddy Anwar, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Freddy menambahkan, realisasi volume penyaluran BBM Satu Harga terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2021, volume BBM yang tersalurkan kepada masyarakat sudah mencapai 101.896 KL. Hal ini menunjukkan bahwa program BBM Satu Harga telah berhasil memberikan akses energi yang mudah dengan harga yang sama hingga ke wilayah 3T di seluruh Indonesia.
Sedangkan Abdul Halim, dari Komite BPH Migas dalam sambutannya menyampaikan harapannya terhadap program BBM Satu Harga bagi masyarakat. “Kami menargetkan BBM Satu Harga tidak hanya dapat mendukung pemerataan energi di seluruh negeri, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakat di daerah tersebut,” ujarnya.
Pembangunan penyalur BBM pada Program BBM Satu Harga di daerah 3T di seluruh Indonesia dilaksanakan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kebijakan ini merupakan program pemerintah agar masyarakat di daerah 3T di luar Jawa dapat menikmati harga BBM yang sama dengan di Pulau Jawa.
Dengan kebijakan itu, diharapkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud serta memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Misalnya, untuk wilayah Singkil Aceh, yang untuk menjangkaunya diperlukan waktu lima hingga 10 jam.
Program itu juga merupakan wujud nyata dari usaha pemerintah untuk melaksanakan sila ke lima dari Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Roadmap pembangunan penyalur BBM Satu Harga sampai dengan akhir 2024 adalah terbangunnya 583 penyalur BBM Satu Harga.
BPH Migas secara konsisten sejak 2017 mengawal pelaksanaan pembangunan penyalur BBM Satu Harga agar target tersebut dapat tercapai. Adapun rincian titik BBM Satu Harga yaitu di Sumatra ada 53 titik, Jawa dan Bali lima titik, Nusa Tenggara 55 titik, Kalimantan 67 titik, Sulawesi 31 titik, Maluku 45 titik, dan Papua 63 titik.
Pertamina mengatakan, tersedianya BBM Satu Harga membuat masyarakat lebih dekat saat mengakses energi. Selain itu, kata Pertamina, ekonomi juga mulai tumbuh karena harga BBM tidak lagi semahal sebelumnya.
Sejak 2017 hingga 2020, capaian program BBM Satu Harga sebanyak 253 penyalur. Adapun target 2021 adalah 76 Penyalur. Untuk pembangunan 2021, pada 9 Juni 2021 telah dilaksanakan peresmian secara serentak sebanyak 27 penyalur BBM Satu Harga yang dilaksanakan di TBBM Pontianak, Kalimantan Barat.
Kemudian pada 16 September 2021 telah dilaksanakan peresmian secara serentak sebanyak 17 penyalur BBM 1 Harga yang dilaksanakan di Lombok Tengah.

