Ditegaskannya, sebagai salah satu calon yang akan kembali maju sebagai ketua PBNU periode 2021-2026, Said menegaskan komitmennya untuk tidak membuka hubungan dengan Israel.
Ketua PBNU dua periode itu menyebutkan pemimpin NU ke depan itu harus benar-benar memiliki sikap terhadap peran NU di dunia internasional.
“NU itu organisasi agama dan kemasyarakatan terbesar di negeri muslim terbesar di dunia. Sikapnya menjadi perhatian di dunia internasional. Jadi harus jelas.
Jangan bermain-main atau abu-abu,” sambung Said yang pernah masuk dalam 20 orang Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia versi The Muslim 500: The World’s Most Influential Muslims 2022.
Sikapnya yang tegas terhadap Israel itu merupakan perintah dari agama, jadi bukan sikap yang didasari oleh pemikiran semata.
“Dalam Islam sudah sangat tegas, bencilah Yahudi. Karena mereka tidak senang juga dengan islam. Itu tegas dalam Al-Quran. Berbeda dengan Nasrani yang dekat dengan islam.
Dalam sejarahnya, Nasrani atau Kristen di Romawi, Persia sampai ke hampir seluruh Afrika itu menjadi muslim. Tapi Yahudi hanya 4 atau 5 orang yang masuk islam,” terangnya.
Keterangan :
Berita Ini telah diedit dan direvisi setelah mendapatkan penjelasan dari LBH ANSOR Kepri. Sebelumnya redaksi memunculkan narasi CSCV tanpa terlebih dahulu melakukan observasi dan pengumpulan data yang mencukupi. Revisi dan Edit berita kami lakukan berdasarkan Peraturan Dewan Pers nomor 1/Peraturan-DP/III/2012 tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber.

