Jakarta, Owntalk.co.id – Serikat pekerja TransJakarta (TransJ) yang terdiri dari FSPTI, KSPSI, SPDT, dan FSPMI buka suara terkait tudingan yang menimpah jajaran direksi.
Dalam tudingan tersebut, disebutkan pimpinan direksi menonton tarian perut (Belly Dance) di salah satu restoran yang ada di Jakarta.
Kuasa hukum dari empat serikat pekerja, Ade Darajat Martadikusuma menjelaskan, yang sebenarnya terjadi pada perkumpulan itu merupakan pertemuan antara jajaran direksi dengan empat serikat pekerja TransJ. Dan meyakinkan tidak adanya kaitan dengan rentetan kecelakaan bus TransJ
“Video yang beredar itu bukan pertemuan antara jajaran direksi dengan pihak operator,” ujar Ade, Jumat (10/12/2021).
Menurutnya, video tersebut tidak hanya berdampak pada pimpinan direksi, namun juga keluarga.
“Video ini dipublikasikan ke publik dampaknya nggak pimpinan doang, keluarga juga beban moral,” ucapnya.
Baca Juga :
- Direktur PT Malik Parking Kepri Mengaku Dua Bulan Tak Digaji, Minta Kejelasan
- DPRD Kepri Soroti Keselamatan Wisata Pantai Pelawan, Minta Fasilitas Safety Ditingkatkan
- Amsakar Apresiasi Buruh Tinggalkan Aksi Panas, Ketua SPSI Syaiful Badri Serukan ‘Batam Bersih’
Dia pun meminta agar pelaku penyebar video itu mengaku dan meminta maaf.
“Kita mau proses, mau tahu, 1×24 jam. Kalau nggak ada yang minta maaf kita proses,” pungkasnya.

