Pasukan Militer AS Siap Hadapi Serangan Bom dari Kelompok ISIS Berikutnya

Date:

Related stories

HUT RI Ke-77 Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Di Pulau Terluar Indonesia

Karimun, Owntalk.co.id - Sempena memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia...

Beraksi di 20 TKP, Seorang Jambret Berhasil Dibekuk Polsek Lubukbaja

Batam, Owntalk.co.id - Karim Teibang alias Bogan, residivis spesialis...

NasDem Bersuara, Tanggapi Gejolak Pergantian Sekretaris Kota Batam

Batam, Owntalk.co.id - Perihal adanya gejolak ditubuh Partai Nasional...

Sosialisasi Usaha Hulu Migas, Kapolres : Kita Selalu Siap Amankan Objek Vital Nasional

Meranti Owntalk.co.id - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul...

Jakarta, Owntalk.co.id – Korban serangan bom bunuh diri di Bandara Kabul, Afghanistan terus bertambah. Serangan bom bunuh diri ini terjadi pada Kamis (26/08/2021) malam.

Serangan rompi bom bunuh diri yang terjadi dua kali tepat di Gerbang Abbey dan Hotel Baron ini terjadi ditengah kerumunan warga sipil hingga menewaskan puluhan warga sipil.

Diketahui sebanyak 13 tentara Amerika Serikat (AS) dan 60 warga Afghanistan tewas akibat ledakan bom tersebut.

Situasi yang sangat mengguncang di luar bandara tersebut membuat pasukan militer AS tengah bersiap menghadapi serangan berikutnya yang berasal dari kelompok radikan Islamic State of Iraq and Syira (ISIS).

Jenderal Korps Marinir AS, Frank McKenzie, menyatakan bahwa potensi serangan masih tetap ada. Dimasa mendatang hal tersebut bisa saja terjadi di dalam bandara.

“Kami meyakini bahwa menjadi niat untuk terus melanjutkan serangan-serangan ini dan kami memperkirakan serangan semacam itu akan berlanjut,” ucapnya dalam news briefing.

Baca Juga :

Selain itu, ia juga mengatakan AS terus berupaya menjalankan misi evakuasi warganya dan warga Afghanistan yang memiliki dokumen untuk meninggalkan negara itu.

“Misi kami adalah mengevakuasi warga AS, terutama pemegang visa imigran, staf kedutaan AS, dan warga Afghanistan yang berisiko,” katanya.

Dilain sisi, ISIS dalam pernyataannya mengklaim akan bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri tersebut.

Dalam tanggapannya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden bersumpah akan menindak tegas dalang utama dibalik serangan bom tersebut. Ia juga berjanji akan melanjutkan proses evakuasi warga sipil hingga 31 Agustus mendatang.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories