Akibat Pandemi, Tempat Usaha di Mojokerto Kibarkan Bendera Putih

  • Bagikan
Berita Terkini Batam

Jakarta, Owntalk.co.id – Aksi pengibaran bendera putih serentak dilakukan oleh beberapa tempat wisata di Mojekerto. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah dalam membantu rakyatnya.

Saat ditemui, Sarko, sang pengelola tempat wisata kolam air panas Jacuzzi pacet, mengungkapkan aksinya ini telah berjalan lima hari namun hingga saat ini belum mendapat respon dari pemerintah daerah.

“Kalau dari Bupati sampai saat ini belum ada. Jadi kapan hari kita pernah dikumpulkan. Kami berharap ada sentuhan dari Bupati, ternyata malah sosialisasi SE. Kita juga diskusi, tanya, katanya juga nggak ada bansos dan ini teman-teman makin panik,” kata Sarko, Selasa (27/7/2021).

“Ini sudah di titik memprihatinkan, kami mencoba untuk mengetuk hati para pejabat negeri. Awalnya karena adanya dampak penutupan akibat PPKM. Nah menurut kami semakin nggak jelas, habis ada tahap pertama, kelanjutan, perpanjangan dan sebagainya. Itu pun tidak ada kepastian kapan bisa bekerja lagi,” jelasnya

“Sedangkan kami, yang tergabung dalam masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif Mojokerto ini yang core bisnis intinya di pariwisata. Di situ ada UMKM, ada pedagang kaki lima, ada tenaga kerja di lingkup pariwisata dan sebagainya, ini kan macet total,” imbuhnya

Sarko menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan gotong royong dalam menyambung hidup. Jika ditengah kondisi kelebihan beras atau makanan pasti akan disumbangkan ke teman lain yang membutuhkan.

Baca Juga :

“Sementara kami berbagi. Dari yang katakanlah ada pengelola, ada karyawan. Ada pedagang kaki lima. Kita berbagi kalau ada beras saling berbagi yang penting bisa makan dulu. Yang paling tragis ini dagangan teman-teman di sektor UMKM, kan rusak dagangannya. Buka pun, kami juga butuh modal awal dan ini kami masih bingung,” ungkapnya

Sarko berharap pemerintah bisa memberikan jaminan sosial untuk mencukupi kebutuhan pokok.

“Paling tidak untuk menyambung hidup, untuk kebutuhan pokok,” ujarnya.

Serta ia pun berharap pemerintah bisa melonggarkan peraturan pembatasan sosial agar tempat wisata bisa dibuka sehingga pihaknya bisa memulai mencari penghasilan.

“Yang ketiga kami mohon ada dukungan modal kerja. Karena untuk memulai ini juga, kami bingung, saving kita sudah terkuras, mau buka ya butuh modal lagi,” tutup Sarko

  • Bagikan