Jakarta, Owntalk.co.id – Konflik militer yang terjadi antara Palestine dan Israel sampai sekarang belum menemukan titik terang. Bahkan diketahui pada senin (17/5) Serangan rudal telah diluncurkan Israel hingga menghancurkan satu satunya laboratorium corona di Jalur Gaza, Palestina.
Juru bicara Kementrian Kesehatan di Gaza, Ashraf Qidra, mengungkapkan gempuran udara Israel menyebabkan laboratorium pemeriksaan virus corona di wilayah itu berhenti beroperasi.
“Serangan Israel mengancam upaya Kementerian Kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19,” Jelas Qidra, seperti dikutip dari AFP.
“Serangan itu menghentikan pemeriksaan di laboratorium pusat,” tambahnya.
Baca Juga :
- Menyambut HUT RI, PKSS Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan dan Literasi Digital di Polibatam
- Mengapa Industri Manufaktur Batam Mulai Beralih ke ERP dan MES untuk Meningkatkan Daya Saing Global
- APBD Perubahan 2026 Naik Jadi Rp4,51 Triliun, Pemko Batam Prioritaskan Penanganan Banjir dan Pendidikan
Sebelum konflik militer kian memanas yang berlangsung selama sepekan terakhir, dikabarkan tingkat kasus positif corona di Jalur Gaza menjadi salah satu yang tertinggi di dunia, yakni sebesar 28 persen. Hal itu menyebabkan rumah sakit di wilayah tersebut padat akibat pasien corona.
Dilaporkan, sebagian bangunan seperti klinik Al-Rimal dan kantor Palang Merah Qatar yang berdekatan dengan klinik Al-Rimal hancur akibat serangan rudal yang dilakukan Israel. (Ir)

