Ramadhan ke-20, Menggapai Keberkahan Ramadhan

  • Bagikan
Yan Fitrihalimansyah

Bulan Ramadhan adalah bulan dengan penuh keberkahan. Dalam bahasa Arab, barakah berarti ‘kebaikan’ atau ‘kebajikan.’ Menurut pakar tafsir, al-Ashfahani, sesuatu dapat disebut sebagai berkah (mubarak) bila di dalamnya terkandung kebaikan yang banyak.

Bulan Ramadhan adalah segala sesuatunya adalah keberkahan. Bulan terbaik dari bulan-bulan lainnya.

Allah menyebut air hujan sebagai sesuatu yang mendatangkan kebaikan (QS Qaf: 9). Sebab, air itu dapat menyuburkan tanah dan menumbuhkan berbagai tanaman yang amat berguna bagi manusia (QS al-Hajj, 63).

Dalam bahasa Arab, kolam atau tempat penampungan air dinamai birkah–yang akar katanya sama dengan barakah–karena manfaat dan kebaikan yang dihasilkannya (al-Mufradat fi Gharib al-Quran, hlm 44).

Yan Fitri Halimansyah menyebutkan Ramadhan sungguh diberkati dan mengandung kebaikan yang tak terhingga banyaknya. Pasalnya, dalam bulan ini, seperti disebut dalam hadis sahih, Allah SWT banyak menurunkan rahmat, memberikan pengampunan (maghfirah), dan menghadirkan jaminan atau pembebasan manusia dari api neraka.

Dikatakan pula, bahwa Allah menutup pintu neraka, membelenggu setan, dan membuka lebar-lebar pintu-pintu surga. Di samping itu, pahala ibadah dan amal saleh dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Ramadhan sungguh diberkati!

Keberkahan lain ialah karena di bulan ini, Alquran untuk pertama kalinya diturunkan. Alquran itu sendiri disebut oleh Allah sebagai kitab yang di dalamnya terkandung peringatan dan keberkahan (QS al-Anbiya’: 50).

Malam yang di dalamnya Alquran diturunkan disebut oleh Allah sebagai malam yang diberkati, lailatin mubarakah (QS al-Dukhan: 3). Pendeknya, Ramadhan adalah bulan yang serba berkah, yang di dalamnya berlimpah berbagai keberkahan.

  • Bagikan