[Profil] – Muhammad Sayuti, Pendiri Lembaga Bantuan Hukum An-nisa

  • Bagikan
Profil Muhammad Sayuti

Ada kalanya hidup yang dijalani terasa mudah dan menyenangkan, terkadang juga terasa berat. Namun, kita harus menerima kenyataan yang terjadi di dalam hidup yang penuh misteri ini. Banyak orang kerap mengucapkan kata sabar dan ikhlas saat melihat kita dalam keadaan merana. Terlihat simple, tetapi menerapkannya tak semudah membalikkan telapak tangan.

Percaya adalah kuncinya. Dibalik musibah dan rintangan yang menghampiri, pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya. Kita harus bisa menikmati lika liku kehidupan ini agar semuanya berjalan lancar dan tak terasa berat.

Tentu tak mudah menjadi orang yang sabar dan ikhlas. Hanya, perlu diketahui, semua orang pasti akan mengalami masalah hidup. Jadi, jangan langsung putus asa dan merasa paling menderita.

Nikamti segala prosesnya ….

Jalani dan nikmati segala proses merupakan hal yang dipegang teguh oleh direktur law office kantor hukum (Musa and Rekan). Pria berbadan tinggi gagah itu juga merupakan seorang direktur PT. Multi Resources Investama. Siapakah gerangan laki-laki itu.

Dialah Muhammad Sayuti, pria kelahiran Kijang, Bintan Kepulauan Riau itu kini menjadi orang yang sukses. Kesuksesan akrab dengan tokoh-tokoh besar di bidangnya, sebut saja Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau Warren Buffet yang amat bergelimang harta. Dari situ tentunya kita semakin meyakini bahwa arti sukses senantiasa diukur dengan materi. Padahal, dibalik kesuksesan yang mereka raih banyak hal yang tidak kita ketahui. Bisa jadi hasil yang mereka dapatkan saat ini adalah buah dari akumulasi kesuksesan kecil yang mereka raih.

Begitupula dengan kesuksesan yang diraih oleh Muhammad Sayuti. Kesuksesan yang ia raih bedasarkan kegigihan dan ketekunannya dalam berusaha. Namun tak lupa, jalani dengan ikhlas agar semuanya tak terasa berat.

Sayuti lahir dan besar di Kijang, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Dirinya merupakan anak dari seorang pegawai negeri. Ayahnya, Muhammad Thamrin, adalah seorang guru matematika dan bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas (SMP). Sedangkan ibunya, Syarifah Zahara (Alm), merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tetap berada dirumah untuk menjamin kenyamanan pada keluarganya.

Bisa dibilang kehidupan Sayuti semasa kecil hingga dewasa tak begitu berat. Dirinya dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Sejak dini, Sayuti meupakan anak yang mandiri dan cekatan. Kala menjalani hari-harinya sebagai seorang anak Sekolah Dasar (SD), Sayuti kerap membantu teman-temannya untuk mengisi air rumah-kerumah. Hal itu dilakukannya hanya untuk menghabiskan waktu luang agar bermanfaat. Ia merupakan alumni dari SD 001 Kijang.

Setelah menamatkan pendidikan SD, dirinya melanjutkan belajar ke SMP N 01 Kijang. Semasa SMP pun, Surya mencari uang jajan sendiri dengan memanfaatkan tenaga nya yang masih muda kala itu. Bekerja bukanlah perintah orang tuanya kala itu, melainkan hal itu dilakukannya karena ia memiliki sifat mandiri dalam jiwa nya sebagai anak laki-laki.

“Hidup saya dari kecil sudah terbiasa dengan kemandirian. Saya mencari uang jajan sendiri dengan menjadi cleaning service dikantor bea cukai,” ujar pria kelahiran September 1969 itu.

Baca Halaman Selanjutnya …

  • Bagikan