Jakarta,Owntalk.co.id – Bank Indonesia menghitung jumlah utang negara Indonesia yang sudah mencapai US 420,7 miliar atau sebesar Rp6.016,01 triliun, pada Januari 2021.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan peningkatan utang berasal dari utang pemerintah
dan bank sentral yang mencapai US$213,6 miliar dan utang swasta termasuk BUMN US$207,1 miliar.
Masalah perkembangan ini di sebabkan oleh pembayaran pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo.
Kemudian, surat utang negara meningkat bersamaan utang pemerintah dalam hitungan mata uang dolar as maupun euro di awal tahun
Pada pasar global yang cukup tinggi serta sentimen positif implementasi vaksinasi covid-19 secara global.
“Perkembangan utang juga di sebabkan pemasukan modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang meningkat.
Didukung oleh kepercayaan investor asing yang terjaga terhadap prospek perekonomian domestik,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Senin (15/3).
BI membentuk bagian agar utang negara Indonesia tetap stabil, dan pengelolahan menerapkan prinsip, Hal itu tergambar dari rasio ULN Indonesia.
Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Januari 2021 yang tetap terjaga di perkiraan 39,5 persen.
Utang Indonesia Meningkat Pada Awal Bulan Januari
