Cegah Barang Ilegal Masuk, Polairud Gelar Patroli Gabungan

  • Bagikan
Berita Terkini Batam
Pastikan Keamanan Perairan Batam, Polairud Polda Kepri Akan Periksa Kapal Keluar dan Masuk (Foto: Haykal/Owntalk)

Batam, Owntalk.co.id – Untuk mencegah upaya masuk dan keluarnya barang ilegal di wilayah kota Batam, Polairud Polda Kepri melaksanakan kegiatan patroli gabungan dengan beberapa stakeholder terkait, Senin (01/03/2021).

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Nurochman Nulhakim memaparkan, pihaknya terus berupaya dalam meminimalisir tindakan ilegal yang terjadi di perarairan Kepri, khususnya kota Batam

“Kita akan terus meningkatkan patroli di seluruh perairan Kepri terutama di Batam bersama stakeholder terkait, diantaranya TNI AL, Bakamla, KSOP dan Bea Cukai, patroli itu dilakukan di hospot-hospot pulau yang menjadi pintu masuknya barang-barang ilegal atau penyeludupan dari luar negeri, diantranya adalah pelabuhan tikus atau pelabuhan rakyat,” ungkapnya pada Sabtu (27/02/2021) di kantornya.

Lanjut Nurochman, Seluruh kapal yang datang akan diperiksa dengan ketat, baik itu yang masuk di pelabuhan resmi maupun dipelabuhan rakyat, sebab sekarang banyak modus yang dilakukan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Kita akan berkoordinasi dengan KSOP untuk menempatkan personilnya di pelabuhan-pelabuhan rakyat itu, karena saat ini pelabuhan rakyat itu salah pintu masuknya dan keluarnya barang penyeludupan,” jelasnya.

Menarik Untuk Dibaca !

Nurochman menambahkan, yang paling rawan dijadikan tempat penyeludupan oleh para pelaku adalah pulau-pulau yang berada di OPL, salah satunya adalah pulau Putri Nongsa Kota Batam. Namun sekarang ini karena pemeriksaan diperketat, diperkirakan untuk sementara penyeludupan barang dari Malaysia dan Singapura tidak lagi melalui Batam, melainkan langsung tembak ke Tembilahan Provinsi Riau melalui jalur laut Karimun.

“Penyeludupan yang paling banyak dilakukan oleh pelaku selain narkoba adalah rokok ilegal, mikol dan juga balpres. Hal itu dikarenakan perbedaan harga yang sangat jauh antara diluar negeri dengan di Indonesia. Kalau untuk penyeludupan elektronik bekas dari Batam banyak dengan tujuan pelabuhan Buton Riau, yakni modusnya menitipkan kepada penumpang kapal. Jadi kedepannya semua kapal-kapal penumpang juga akan diperiksa dengan ketat,” katanya.

Nurochman juga menjelaskan, secara umum modus yang dilakukan dalam penyeludupan oleh para pelaku banyak dengan cara mengunakan kapal-kapal perahu nelayan dan perahu yang didesain khusus dan berkecepatan tinggi.

“Dalam razia yang kita lakukan, kalau kapal-kapal besar dan kapal ikan resmi itu jarang membawa barang seludupan, karena mungkin disebabkan kapal itu kecepatannya rendah dan gampang sekali untuk diperiksa petugas,” Tutupnya.

(Haykal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *