Kritik Jokowi, SBY Sebut-Sebut Utang Negara Saat Ini

berita terkini batam
Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Owntalk)

Jakarta, Owntalk.co.id – Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti pembiayaan utang negara yang mencapai 40 persen dari total belanja Negara.

Sby menyebut bahwa Jumlah itu terlalu besar dan memberatkan keuangan Negara.

Mengutip dari akun Facebook SBY, Jumat (8/1), ia mengatakan jika uang negara yang digunakan untuk membiayai utang begitu besar, maka berapa yang bisa tersedia untuk hal-hal lain. Misalnya, belanja pegawai, belanja rutin, belanja modal, dan pembangunan.

“Betapa beratnya ekonomi jika misalnya 40 persen lebih belanja negara harus dikeluarkan untuk membayar cicilan dan bunga utang,” tulis SBY.

Untuk informasi, jumlah pembiayaan utang Negara sepanjang 2020 mencapai Rp1.226,8 triliun. Angka itu melonjak 180,4 persen dari realisasi 2019 yang hanya Rp437,5 triliun.

Jumlah pembiayaan utang setara dengan 47 persen dari total belanja negara tahun lalu, yakni Rp2.589,9 triliun. Jumlah belanja negara jauh lebih tinggi dari penerimaan negara yang sebesar Rp1.633,6 triliun.

Hal ini membuat defisit anggaran pada 2020 tembus Rp956,3 triliun. Angka itu setara dengan 6,09 persen terhadap PDB.

Menurut SBY, pemerintah jangan melulu berlindung pada persentase debt to GDP ratio atau rasio utang terhadap PDB. Tapi bagaimana kemampuan Pemerintah untuk membayar utang tersebut.

“Persoalannya terletak pada kemampuan pemerintah untuk membayar utang itu (capability to pay) yang dirasakan sudah sangat mencekik,” ujar SBY.

SBY juga menyebut untuk masalah utang Negara ini sudah sangat serius. Pemerintah harus memiliki langkah untuk mengatasi utang tersebut.

Tambahnya, ia juga memberikan satu solusi yaitu, mengurangi defisit anggaran dan menyarankan agar Pemerintah mengurangi belanja Negara ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Kalau tau penerimaan jauh berkurang karena pemasukan dari pajak juga terjun bebas, ya kendalikan pembelanjaan negara,” ucapnya.

(Unyil)

Exit mobile version