Ketegaran Ira Tarik Becak Untuk Bantu Suami Besarkan 5 Anak

  • Bagikan
berita terkini batam
(Foto: Owntalk)

Owntalk .co.id – Tanpa gengsi seorang ibu berkeinginan membantu suami menjadi supir becak demi hidupi 5 orang anak, asal Rintis Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Rabu (21/10)

Suami yang hanya buruh pengangkut barang di pelabuhan dengan penghasilan 30-40 ribu rupiah, membuatnya semangat untuk membantu suaminya mencari uang untuk menghidupi anak anaknya.

Wanita bernama Ira Mayang (39) mengaku semasa remaja ia memang sudah biasa bekerja keras, sebelum menjadi tukang becak motor, ira bekerja menjadi tukang ojek di sebuah pelabuhan di kepulauan Meranti.

“Saya menikah dengan suami tahun 2000 , lalu di tahun 2002 saya sudah mulai bekerja menjadi tukang ojek di pelabuhan,” ujarnya.

Lanjutnya, sewaktu masih menjadi ojek, Ira berfikir untuk membuat becak motor, karna di pelabuhan kadang kala ada penumpang yang membawa keluarga dan membawa barang yang banyak. Setelah itu ia langsung meminta kepada sang suami agar membuatkannya becak, suami sempat menolak, namun keinginan Ira tidak dapat di bantah oleh suami.

“Sewaktu pergi kepelabuhan saya berfikir, karna banyak penumpang yang tidak hanya satu orang, ia juga membawa keluarga, barang barang, jadi saya langsung meminta kepada suami untuk dibuatkan becak motor, awalnya saya sempat di marah oleh suami, tetapi dengan keinginan saya yang kuat, akhirnya suami saya mengizinkan,” kata ira saat di hubungi owntalk.co.id

Ira mengaku pendapatnya di kondisi pandemi Covid-19 menurun sehari ia mendapatkan Rp.80.000 – Rp.100.000, itu jika ada pelangan yang biasa menghubunginya untuk mengangkut barang, jika tidak ada pelanggan ia hanya mendapat Rp.30.000 perharinya.

“Penghasilan saya perhari akibat Covid-19 ini menurun, jika ada pelanggan yang menelpon saya bisa menghasilkan 80-100 ribu rupiah, jika pelanggan saya tidak menelpon, saya hanya mendapat 30 ribu rupiah, itu pun sulit,” ucap ira.

Sebelum bekerja Ira tak lupa dengan tugasnya sebagai Ibu Rumah Tangga, setelah semua pekerjaan rumahnya telah selesai, ia langsung berangkat menuju pelabuhan untuk mencari penumpang.

“Pagi sebelum saya berangkat kepelabuhan untuk bekerja, saya masak dulu untuk keluarga, setelah itu baru saya berangkat ke pelabuhan untuk mencari penumpang,” ucapnya.

Pekerjaan menjadi supir becak tersebut sudah di gelutinya selama lebih kurang 6 tahun terakhir.

“Saya bekerja sebagai penarik becak sudah sekitar 6 tahun ini,” tutupnya. (Unyil)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *