Konflik Dan Konsumsi Rendah, Minyak Mentah Turun

minyak mentah, doc: Google

Jakarta, owntalk.co.id – Persediaan minyak mentah AS melimpah, harga minyak dunia turun. Pelemahan harga minyak juga disebabkan oleh ketegangan antara AS dan China.

Dikutip dari Antara, Kamis (23/7), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun menjadi US$41,9 per barelnya pada pengiriman September. Sementara, minyak mentah berjangka Brent turun menjadi US$44,29 per barel untuk pengiriman September.

Badan Informasi Energi AS (EIA) menuturkam bahawa peningkatan pasokan minyak mentah karena rendahnya konsumsi minyak.

Persediaan minyak mentah bertambah hingga 4,9 juta barel dalam sepekan menjadi 536,6 juta barel.

“Secara keseluruhan, ini menunjukkan bahwa pemulihan permintaan yang kami lihat dari bawah tampaknya macet,” kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn. Dilansir dari CNN Indonesia.

Presiden AS Donald Trump telah mengatakan pandemi covid-19 berpotensi memburuk. Pernyataan tersebut bertolak-belalang dengan rencana dibukanya ekonomi AS pada pandemi ini.

Dilansir dari CNN Indonesia. Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjonar Tonhaugen sebut pernyataan Trump disambut positif para investor.

“Ini bisa menjadi positif bagi prospek permintaan minyak. Alih-alih gelombang penguncian kedua yang tidak terkontrol dan mengganggu, justru sekarang ada peluang penyebaran terkendali di AS,” jelas Bjonar.

Meskipun begity, konflik AS-China jadi sentimen negatif pasar minyak. Hal ini terjadi setelah AS menyatakan akan menutup konsulat China di Houston.

BACA JUGA :  Isdianto Ingin Kembangkan Potensi Pertanian Kepri