Batam  

Reuni Lintas Angkatan SPG St. Theresia dan SMA St. Yoseph Pangkalpinang, Merajut Kembali Kenangan dan Mempererat Persaudaraan

Batam, Owntalk.co.id – Ada pertemuan yang sekadar mempertemukan orang-orang. Namun ada pula pertemuan yang mampu menghidupkan kembali kenangan, menghadirkan tawa yang sempat lama menghilang, dan mengingatkan bahwa persaudaraan sejati tidak pernah lekang oleh waktu.

Itulah yang tergambar dalam Reuni Lintas Angkatan SPG St. Theresia dan SMA St. Yoseph Pangkalpinang yang berlangsung di Restoran Sentosa, Sei Jodoh, Batam, pada Sabtu, 4 Juli 2026.

banner 728x90

Setelah puluhan tahun menjalani kehidupan di berbagai kota, profesi, dan perjalanan masing-masing, para alumni akhirnya kembali duduk dalam satu ruangan. Waktu memang telah mengubah penampilan mereka. Rambut yang mulai memutih, wajah yang dihiasi garis-garis kedewasaan, bahkan kini banyak yang datang bersama pasangan dan keluarga. Namun, ketika sapaan pertama terucap dan senyum mulai merekah, semua terasa seperti kembali ke masa sekolah. Jarak puluhan tahun seakan lenyap dalam sekejap.

Reuni kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran dua sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup para alumni, yakni Bapak Hendra Salam dan Ibu Rina. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai mantan guru, tetapi sebagai orang tua yang pernah mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak didiknya.

Turut hadir pula Romo Marcel Gabriel dan Romo Alex Dato, SS.CC., yang semakin menambah suasana hangat dan penuh makna dalam kebersamaan tersebut.

Acara diawali dengan perkenalan satu per satu. Para alumni memperkenalkan diri, pasangan, serta keluarga yang hadir. Setiap nama yang disebut membawa cerita tersendiri. Ada yang mengenang bangku kelas, ada yang mengingat guru yang tegas namun penuh kasih, ada pula yang tertawa mengenang kenakalan masa remaja. Suasana penuh canda dan tawa mengalir begitu alami, seolah waktu tidak pernah memisahkan mereka.

Kebersamaan itu semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan malam bersama. Tidak ada sekat antara guru dan murid. Yang ada hanyalah keluarga besar yang dipertemukan kembali oleh kenangan dan rasa syukur.

Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih, para alumni menyerahkan cendera mata kepada Bapak Hendra Salam dan Ibu Rina. Hadiah tersebut mungkin sederhana, namun sarat makna. Di dalamnya tersimpan rasa hormat, kasih sayang, dan penghargaan yang tidak pernah pudar kepada guru-guru yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Dalam sambutannya, Bapak Hendra Salam dan Ibu Rina mengaku sangat terharu atas sambutan hangat yang mereka terima di Batam. Mereka mengenang kembali masa-masa mengabdi sebagai guru sekaligus pengurus Yayasan Tunas Karya. Banyak kenangan yang kembali terlintas, mulai dari mendidik para siswa hingga menyaksikan mereka tumbuh menjadi pribadi yang kini telah berhasil dalam kehidupan masing-masing.

Dengan penuh haru, Bapak Hendra Salam menyampaikan bahwa kebahagiaan seorang guru bukanlah ketika berada di depan kelas, melainkan ketika melihat murid-muridnya tumbuh menjadi manusia yang baik, saling menghargai, dan tetap menjaga persaudaraan. Baginya, pertemuan ini menjadi bukti bahwa benih-benih nilai yang dahulu ditanamkan telah bertumbuh menjadi buah yang indah.

Beliau juga menyampaikan pesan moral yang terinspirasi dari khotbah Romo Marcel Gabriel saat menjadi selebran utama dalam pernikahan Oris dan Aisin. Pesan itu mengajak seluruh alumni untuk terus memelihara kasih, menjaga persatuan, saling menguatkan, dan tidak pernah melupakan akar yang telah membentuk mereka menjadi pribadi seperti sekarang.

Menjelang berakhirnya acara, seluruh peserta mengabadikan momen dalam foto bersama. Di balik setiap senyum yang terukir, tersimpan rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali. Satu per satu mereka saling berjabat tangan dan berpelukan, seolah enggan mengakhiri kebersamaan yang begitu hangat.

Sebelum berpamitan, Bapak Hendra Salam bersama Ibu Rina menyampaikan harapan sederhana yang disambut dengan tepuk tangan seluruh peserta.

“Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, kebahagiaan, dan umur panjang, sehingga suatu saat nanti kita dapat kembali dipertemukan dalam suasana penuh kasih seperti hari ini.”

Reuni lintas angkatan ini diprakarsai oleh Simon Payung Masan beserta keluarga. Berkat inisiatif tersebut, sebuah pertemuan sederhana berubah menjadi momen yang begitu bermakna. Bukan sekadar ajang mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa waktu boleh terus berjalan, usia boleh terus bertambah, namun persahabatan, rasa hormat kepada guru, dan ikatan sebagai satu keluarga besar alumni akan selalu hidup di dalam hati.

Sebab pada akhirnya, rumah bukan hanya tentang tempat. Rumah adalah mereka yang selalu menerima kita apa adanya, meski puluhan tahun telah berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *