Batam  

BP Batam Siapkan Hujan Buatan Antisipasi El Nino, Jaga Pasokan Air Baku Tetap Aman

Batam, Owntalk.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menyiapkan langkah strategis untuk menjaga ketahanan air baku menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.

Sebagai bentuk antisipasi, BP Batam akan melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga elevasi air di sejumlah waduk utama Batam agar tetap stabil sehingga distribusi air bersih bagi masyarakat dan sektor industri dapat terus berjalan optimal.

banner 728x90

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu solusi cepat untuk menghadapi ancaman penurunan debit air baku akibat musim kemarau panjang.

“Kami merencanakan modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan El Nino. Kami berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah tangkapan waduk sehingga mampu menambah cadangan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Denny saat memimpin rapat koordinasi, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, operasi hujan buatan tahap awal akan dilaksanakan selama satu pekan dengan evaluasi berkala terhadap dampaknya terhadap peningkatan debit air di waduk.
Beberapa waduk yang menjadi perhatian utama BP Batam antara lain Waduk Duriangkang, Tembesi, Mukakuning, Sei Harapan, Sei Ladi, dan Nongsa yang mengalami penurunan permukaan air cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Selain langkah jangka pendek, BP Batam juga tengah menyusun strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air baku di Batam. Salah satunya dengan mempelajari sistem pengelolaan air modern milik Singapura yang dinilai berhasil menjaga keberlanjutan pasokan air meski minim sumber air alami.

Denny menyebut, pengalaman Singapura dalam mengembangkan sumber air alternatif seperti desalinasi, penampungan air hujan, hingga daur ulang air menjadi referensi penting dalam perencanaan pengelolaan air di Batam ke depan.

“Seluruh kajian teknis yang berkaitan dengan ketahanan air baku di Batam sudah kita pertimbangkan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pimpinan BP Batam terkait langkah-langkah antisipatif lainnya agar suplai air tetap maksimal di tengah pertumbuhan penduduk dan industri,” tambahnya.

BP Batam juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas ilegal yang dapat mengganggu jaringan distribusi air bersih.

Dengan langkah antisipatif tersebut, BP Batam optimistis ketersediaan air baku di Batam tetap terjaga meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *