Batam, Owntalk.co.id – BP Batam kembali melanjutkan proses pergeseran warga terdampak pengembangan kawasan Rempang Eco-City secara bertahap dengan pendekatan humanis dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 242 Kepala Keluarga (KK) atau 842 jiwa telah menempati hunian baru yang disiapkan pemerintah. Penambahan terbaru berasal dari 11 KK atau 31 jiwa yang mulai berpindah sejak awal Mei 2026.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan proses pergeseran warga dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, aman, dan tetap mengedepankan pendampingan kepada masyarakat.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari dukungan BP Batam terhadap program transmigrasi lokal yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi dalam rangka mendukung pembangunan kawasan Rempang.
“Kami berharap Rempang Eco-City dapat menjadi lingkungan baru yang lebih nyaman, produktif, dan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Ariastuty.
Ia menegaskan, BP Batam juga memastikan setiap warga yang bergeser memperoleh hak-haknya sesuai ketentuan, termasuk rumah baru yang layak huni serta pendampingan selama proses adaptasi di lingkungan baru.
Selain menyediakan hunian, BP Batam bersama instansi terkait juga berupaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan investasi di kawasan tersebut.
“Dengan hadirnya investasi di Rempang, kami ingin industri yang masuk nantinya mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat juga ikut meningkat,” tambahnya.
BP Batam optimistis pengembangan kawasan Rempang Eco-City tidak hanya menjadi proyek strategis investasi, tetapi juga mampu menciptakan kesejahteraan baru bagi masyarakat setempat melalui peningkatan infrastruktur, peluang kerja, dan aktivitas ekonomi berkelanjutan.

