BATAM, Owntalk.co.id — Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang terus dilakukan oleh dewan partai Gerindra Anwar Anas. Kali ini, ia menjembatani puluhan pelaku UMKM di Kecamatan Sei Beduk untuk memperoleh akses tambahan modal usaha melalui kerja sama dengan pihak perbankan.
Kegiatan yang digelar pada Kamis malam, 21 Mei 2026, di kediaman Anwar Anas itu menghadirkan langsung pihak Bank Jatim, yakni Kepala Cabang Wahid serta Manager bidang Kredit Usaha Rakyat (KUR), Famy Sembiring.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 25 pelaku UMKM hadir untuk berkonsultasi sekaligus mendapatkan informasi terkait akses pembiayaan usaha. Para peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari pedagang makanan keliling, pelaku usaha rumahan, hingga pemilik lapak-lapak pinggir jalan yang ingin mengembangkan usaha maupun menambah cabang.
Anwar Anas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat kecil agar memiliki kesempatan lebih besar dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
“Banyak pelaku UMKM kita yang sebenarnya punya potensi besar, namun terkendala di tambahan modal usaha. Maka malam ini kita hadirkan langsung pihak perbankan agar masyarakat bisa mendapat penjelasan dan akses yang lebih mudah,” ujarnya.
Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang harus terus diperkuat. Karena itu, dirinya ingin agar pelaku usaha di Sei Beduk tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan berkembang lebih besar.
“Kita ingin UMKM Sei Beduk naik kelas. Bukan hanya sekadar bertahan hidup, tapi bisa berkembang, membuka cabang, menambah penghasilan, bahkan membuka lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Sementara itu, pihak Bank Jatim melalui Manager bidang KUR, Famy Sembiring, menjelaskan berbagai skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha kecil dengan proses yang lebih mudah dan bunga yang ringan sesuai ketentuan program KUR.
Tak hanya membantu akses permodalan, dalam kesempatan tersebut Anwar Anas juga memberikan bantuan sertifikat halal gratis kepada sejumlah pelaku UMKM yang belum memiliki legalitas halal bagi produknya.
Ia menilai sertifikasi halal menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman agar produk mereka semakin dipercaya masyarakat dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Kegiatan itu turut dihadiri kelompok masyarakat Pejuang Receh yang selama ini aktif mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Sei Beduk.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para pelaku UMKM tampak antusias menyampaikan berbagai kendala usaha yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan modal, pengembangan pemasaran, hingga kebutuhan legalitas usaha.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM di Sei Beduk yang mendapatkan akses pembiayaan serta pendampingan usaha sehingga mampu tumbuh menjadi pengusaha mandiri dan berdaya saing.

