Jakarta, Owntalk.co.id — Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional terbaru terkait evaluasi kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan publik yang relatif tinggi menjelang satu setengah tahun masa pemerintahan.
Survei dilakukan pada 2–8 Maret 2026 dengan metode stratified multistage random sampling, melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi. Margin of error tercatat ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Kepuasan Publik Masih Tinggi
Hasil survei mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran mencapai 75,1 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 74,9 persen, dan kepuasan terhadap pemerintahan secara keseluruhan sebesar 74,1 persen.
Poltracking menilai tingginya kepuasan publik tidak terlepas dari berbagai program prioritas yang telah dijalankan pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor utama dengan kontribusi 23 persen terhadap kepuasan publik, disusul bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran (13,8 persen) serta kepemimpinan yang tegas dan berwibawa (10,2 persen).
Selain itu, mayoritas publik juga menilai pemerintah berhasil menjaga stabilitas nasional. Sebanyak 77,8 persen responden menilai pemerintah sukses menjaga kerukunan antarumat beragama, 69,9 persen dalam menjaga keamanan, serta 69,4 persen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebaran Kepuasan di Berbagai Wilayah
Secara geografis, tingkat kepuasan publik relatif merata di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali–Nusa Tenggara, hingga Maluku–Papua. Namun, di wilayah Sulawesi, tingkat kepuasan cenderung berimbang antara yang puas dan tidak puas.
Dari sisi demografi, kepuasan juga terlihat konsisten di berbagai kelompok pendidikan, mulai dari lulusan SD hingga perguruan tinggi. Hal serupa terjadi pada kelompok usia, di mana Generasi Z hingga generasi lanjut usia menunjukkan kecenderungan puas terhadap kinerja pemerintah.
Program Unggulan dan Catatan Publik
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program paling dirasakan manfaatnya oleh publik dengan angka 36,5 persen. Program ini juga memiliki tingkat popularitas tinggi, dengan 88 persen responden mengaku mengetahui program tersebut.
Meski demikian, tingkat kepuasan terhadap program MBG berada di angka 55 persen, sementara 35,8 persen responden menyatakan tidak puas.
Poltracking juga mencatat adanya catatan kritis dari publik terkait kebijakan pemerintah, salah satunya keputusan bergabung dengan Board of Peace (BOP), yang ditolak oleh 40,7 persen responden.
Evaluasi Lembaga Negara
Dalam penilaian terhadap lembaga negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi institusi dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 77,6 persen. Disusul lembaga kepresidenan (64,1 persen) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 62,9 persen.
Peta Elektoral 2029
Survei ini juga memotret dinamika awal peta politik menuju Pemilu 2029. Dalam simulasi top of mind calon presiden, nama Prabowo Subianto memimpin dengan 32,9 persen, diikuti Dedi Mulyadi (13,5 persen) dan Anies Baswedan (9,2 persen).
Sementara untuk calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka berada di posisi teratas dengan 26,8 persen, disusul Dedi Mulyadi (8,9 persen) dan Mahfud MD (4,3 persen).
Adapun dalam simulasi elektabilitas partai politik, Partai Gerindra memimpin dengan 26,1 persen, diikuti PDI Perjuangan (15,4 persen) dan Partai Golkar (9,0 persen).
Potret Dinamis Persepsi Publik
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyatakan bahwa hasil survei ini merupakan gambaran terkini persepsi publik terhadap kinerja pemerintah di tengah dinamika geopolitik global.
“Persepsi publik masih sangat dinamis dan berpotensi berubah seiring perkembangan isu dan kebijakan pemerintah ke depan,” ujarnya dalam rilis yang disampaikan di Jakarta, Senin (13/4/2026).

