banner 728x90

Kemenko Polkam Gas Pol! Indonesia Perkuat Peran Global Hadapi Geopolitik & Ancaman Lintas Negara

Bogor, Owntalk.co.id — Di tengah dunia yang kian bergejolak akibat konflik geopolitik, kejahatan lintas negara, hingga ancaman siber global, Indonesia menegaskan diri tidak sekadar jadi penonton. Melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), pemerintah memperkuat orkestrasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga agar peran Indonesia di panggung internasional makin solid dan berdampak.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Identifikasi Permasalahan dan Isu Strategis Kerja Sama Politik dan Perdamaian Internasional yang digelar Kemenko Polkam di Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026). Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah Indonesia menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

Bukan Sekadar Hadir, Tapi Ikut Menentukan Arah Dunia

Rapat koordinasi ini menyoroti isu-isu krusial dunia, mulai dari kejahatan transnasional, narkotika, keamanan siber, kontra-terorisme, hingga misi pemeliharaan perdamaian PBB. Kemenko Polkam menegaskan, Indonesia harus hadir sebagai aktor aktif, bukan hanya peserta forum multilateral.

Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam, Adi Winarso, menyebut rapat ini sebagai stocktaking awal tahun untuk mengevaluasi kerja sama internasional Indonesia sepanjang 2025 sekaligus menyiapkan langkah strategis 2026.

“Kita ingin memetakan persoalan, menyusun prioritas, dan mengantisipasi tantangan ke depan agar peran Indonesia di forum global semakin kuat,” tegas Adi.

Menurutnya, sinkronisasi lintas sektor menjadi kunci di tengah isu global yang saling beririsan antara politik, keamanan, dan diplomasi.

Narkotika, Nuklir, hingga Kejahatan Siber Jadi Sorotan

Dalam forum tersebut, Direktur Kerja Sama BNN Aria T.M. Wibisono mengungkapkan ancaman serius kejahatan narkotika transnasional. Indonesia, kata dia, bukan lagi sekadar pasar, tetapi telah menjadi target strategis jaringan internasional.

“Tanpa koordinasi kuat di dalam negeri, posisi Indonesia di forum internasional akan lemah,” ujarnya.

Sementara itu, dari sektor iptek strategis, Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir BRIN Topan Setiadipura menegaskan komitmen Indonesia pada rezim non-proliferasi nuklir. Penguatan kapasitas nasional dinilai akan meningkatkan daya tawar Indonesia di mata dunia.

Dari sisi hukum internasional, Kemlu RI menyoroti peran aktif Indonesia dalam UN Cybercrime Convention serta penguatan ASEAN Extradition Treaty, yang dinilai penting untuk menghadapi kejahatan lintas batas.

Indonesia Siap Jadi Penjaga Stabilitas Global

Melalui rapat ini, Kemenko Polkam menegaskan posisinya sebagai dirigen utama yang memastikan langkah Indonesia di berbagai forum internasional berjalan terpadu, konsisten, dan selaras dengan kepentingan nasional.

Di tengah dunia yang makin tak pasti, Indonesia mengirim pesan jelas:
siap berkontribusi menjaga perdamaian, stabilitas, dan tata dunia yang lebih adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *