banner 728x90
Batam  

Pangkas Birokrasi & Biaya Logistik, Bea Cukai Batam Hadirkan Tiga Terobosan Digital

Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah
Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah

Batam, Owntalk.co.id – Dalam upaya memangkas biaya logistik dan mempercepat arus barang, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam secara masif melakukan transformasi layanan melalui serangkaian inovasi digital. Tiga terobosan utama—Dokumen Pelengkap Online, Pengeluaran Tanpa Stripping, dan integrasi layanan Karantina—dirancang untuk memberikan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan bagi para pelaku usaha.

Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menyatakan bahwa perubahan ini adalah bagian dari komitmen instansinya untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien dan modern.

1. Era Dokumen Online: Hemat Waktu dan Kertas

Inovasi pertama adalah Dokumen Pelengkap Online. Melalui sistem ini, pengguna jasa tidak lagi diwajibkan menyerahkan dokumen fisik ke kantor setelah mendapatkan nomor pendaftaran. Seluruh proses kini dilakukan secara digital melalui platform CEISA 4.0.

“Dengan cara ini, pengguna jasa tidak hanya menghemat waktu dan biaya perjalanan ke kantor, tetapi juga mendukung gerakan eco office karena mengurangi penggunaan kertas,” ungkap Zaky, Senin (22/9/2025).

Kebijakan ini sejalan dengan konsep Eco Green Office yang telah diterapkan Bea Cukai Batam, yang mencakup penggunaan panel surya, pemanfaatan air hujan, hingga pemilahan sampah yang ketat.

2. Bongkar Muat LCL Lebih Cepat Tanpa Stripping

Terobosan kedua menyasar kontainer Less than Container Load (LCL) melalui skema Pengeluaran Tanpa Stripping. Sebelumnya, kontainer LCL yang berisi barang untuk beberapa dokumen berbeda harus dibongkar (stripping) satu per satu di pelabuhan, sebuah proses yang memakan waktu dan biaya.

Kini, jika seluruh dokumen dalam satu kontainer ditujukan kepada penerima yang sama, importir cukup mengajukan satu permohonan online lewat aplikasi ION Beta. Setelah disetujui, kontainer dapat langsung keluar dari pelabuhan tanpa perlu dibongkar. Skema ini secara langsung menekan biaya bongkar muat dan memberikan kepastian waktu dalam arus logistik.

3. Integrasi Bea Cukai-Karantina (SSMQC)

Inovasi ketiga adalah implementasi sistem Single Submission Quarantine-Customs (SSMQC). Jika sebelumnya pelaku usaha harus mengunggah dokumen terpisah ke sistem Bea Cukai dan Karantina, kini prosesnya jauh lebih ringkas.

“Cukup sekali unggah dokumen melalui portal INSW, data akan diteruskan otomatis ke masing-masing instansi. Integrasi layanan ini memangkas waktu tunggu yang selama ini menjadi keluhan,” tegas Zaky.

Jika diperlukan pemeriksaan fisik, petugas dari kedua instansi dapat melakukannya secara bersamaan, sehingga potensi keterlambatan akibat perbedaan jadwal dapat dihilangkan. Zaky berharap, rangkaian inovasi ini dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan biaya logistik nasional yang masih menjadi tantangan hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *