Batam, Owntalk.co.id – Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja meletus menjadi konflik bersenjata sejak Rabu (23/7/2025), dengan kedua negara saling tuding sebagai pihak yang memulai serangan. Situasi yang memanas ini mendorong Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh untuk mengeluarkan imbauan evakuasi bagi seluruh warga negaranya agar segera meninggalkan Kamboja.
Pertempuran pecah di sekitar kawasan perbatasan yang disengketakan, tepatnya di dekat Kuil Prasat Ta Moan Thom (Ta Muen Thom), Provinsi Surin, Thailand.
Kedua belah pihak mengeluarkan klaim yang bertentangan. Thailand menuduh Kamboja melancarkan serangan roket terlebih dahulu yang menyebabkan jatuhnya korban sipil. Sebaliknya, Kamboja mengklaim militer Thailand melakukan invasi menggunakan jet tempur F-16 untuk menyerang titik-titik strategis di Provinsi Oddar Meanchey.
Kronologi Eskalasi di Perbatasan
Konflik terbaru ini dipicu oleh serangkaian insiden di perbatasan. Awalnya, seorang tentara Thailand mengalami luka akibat ledakan ranjau darat. Ketegangan memuncak pada Kamis (24/7/2025) pagi.
Mengutip laporan media lokal Bangkok Post, bentrokan bersenjata dimulai sekitar pukul 05.00 pagi waktu setempat. Saat itu, pasukan Thailand diketahui sedang memasang kawat berduri di sekitar kuil Prasat Ta Muen Thom. Tindakan ini dinilai sebagai provokasi oleh pihak Kamboja, yang kemudian berujung pada aksi saling tembak dan serangan roket.
Akibat eskalasi yang cepat, Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh mengeluarkan pengumuman resmi melalui akun Facebook-nya.
“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak untuk tetap tinggal,” demikian bunyi pernyataan kedutaan, yang menunjukkan kekhawatiran mendalam atas keselamatan warganya.
Akar Sengketa Kuil Kuno
Kisruh antara Thailand dan Kamboja berpusat pada sengketa wilayah perbatasan yang telah berlangsung lama. Titik sengketa utama meliputi area di sekitar situs warisan dunia Kuil Preah Vihear, serta kompleks kuil kuno Ta Krabei dan Ta Muen Thom.
Kuil-kuil yang dibangun ratusan tahun lalu ini berada di wilayah yang menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik setelah era kolonial. Interpretasi peta dan batas wilayah yang berbeda dari kedua negara terus menjadi sumber konflik hingga saat ini.