banner 728x90

Profil Kontraktor Masjid Tanjak, PT Nenci Citra Pratama Pernah Diperiksa KPK Hingga Punya Catatan Proyek Bermasalah

Foto : Logo PT Nenci Citra Pratama

Batam, Owntalk.co.id – Menelusuri PT Nenci Citra Pratama Kontraktor Masjid Tanjak, Sejumlah Proyek Bermasalah Hingga Direktur Diperiksa KPK

INIKEPRI.COM – Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak mendadak viral lantaran plafonnya ambruk pada Kamis pagi, 8 September 2022.

Padahal masjid ini baru saja diresmikan oleh Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 Juni 2022 lalu.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan kemungkinan plafon Masjid Tanjak roboh karena menjadi lembab dan rapuh akibat hujan yang mengguyur Kota Batam.

Ia juga mengungkapkan bahwa Masjid Tanjak ditutup untuk umum selama pelaksanaan perbaikan kerusakan bangunan masjid.

“Ini masih tanggung jawab dari kontraktor, karena masih dalam masa pemeliharaan,” kata dia.

Pembangunan masjid yang dimulai pada 23 Desember 2020 ini, memakan biaya Rp39.937.665.520 dengan sumber pembiayaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kontraktor pemenang PT Nenci Citra Pratama, Konsultan Perencana Ir. Y. Seno Prakoso, MT dan Konsultan Supervisi PT. Narga Saraba Bhumi.

Lantas seperti apakah PT Nenci Citra Pratama ini?

Mengutip dari laman indokontraktor.com, PT. Nenci Citra Pratama adalah perusahaan Pelaksanaan konstruksi berbentuk PT. PT. Nenci Citra Pratama beralamat di Jl. Utan Kayu Raya No. 63 Rt/Rw. 011/005 Kel. Utan Kayu Utara Kec. Matraman kabupaten Kota Jakarta Timur. PT. Nenci Citra Pratama adalah badan usaha berpengalaman yang mengerjakan proyek nasional.

PT Nenci Citra Pratama didirikan berdasarkan akta pendirian bernomor 59 pada 6 November 2014. Adapun susunan pengurus PT Nenci Citra Pratama per tanggal 31 Desember 2018, sebagai direktur adalah Nelse S dan Erwin Pratama Tambunan bertindak sebagai komisaris.

Berdasarkan alamat diatas, Kami kemudian menelusuri alamat tersebut dengan menggunakan google earth.

Ditemukan sebuah bangunan bercat putih kusam dengan dua lantai dan memiliki lima pintu diatas dan lima pintu dibawah.

Bangunannya tampak usang dan ruangan di lantai bawah ada yang rusak. Hanya ada dua kantor yang berlokasi disana berdasarkan plang yang ada, yaitu PT Mustika Prima Anugerah dan PT Gita Menata Indah.

Persis disamping PT Gita Menata Indah, pemilik bangunan ini menempelkan banner iklan berlatar kuning.

“Terima (kost). Disewakan tempat usaha. HP 08569214****,” bunyi di banner tersebut.

Kami kemudian menghubungi nomor yang tertera di banner tersebut. Dengan get contact, pemilik nomor tersebut bernama Iis Sarmila.

Diketahui dari Iis Sarmila, satu ruangan atau kamar berukuran lima kali tujuh dipatok dengan harga Rp 30 juta per tahun.

Saat kami menanyakan apakah PT Nenci Citra Pratama masih menyewa disana. Ia menjawab, PT Nenci Citra Pratama masih berkantor di tempat tersebut, menempati lantai satu.

Kami kemudian menelusuri PT Nenci Citra Pratama melalui google.co.id, dengan menggunakan kata kunci PT Nenci Citra Pratama.

Ditemukan beberapa artikel yang memuat PT Nenci Citra Pratama. Salah satunya di tabloidmantap.com. Pada artikelnya yang terbit pada 4 September 2021, tabloidmantap.com menuliskan judul “Hasil Kerja Diduga Tidak Baik, PT. NCP Tetap Lolos PHO Dinas PUPR Kab. Bogor”.

PT Nenci Citra Pratama mengerjakan pekerjaan rekonstruksi jalan Cibinong-Alfalah, dengan nilai Rp 5,577,800,000. Belum lama selesai, jalan itu kemudian sudah ditemukan retak.

“Coba kita lihat saja hasil pekerjaan pihak kontraktor PT Nenci Citra Pratama tersebut, baru selesai dikerjakan sudah retak puluhan titik,” kutip Owntalk.co.id dari laman web tersebut.

Dengan kata kunci yang sama, sebuah artikel dengan berjudul “Diduga Gunakan Material Bekas Untuk Pembangunan Gedung Sekolah” dimuat di media siber tewenews.com, pada 7 April 2021.

Diketahui, PT Nenci Citra Pratama memenangkan tender Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Sekolah Jawa Tengah 5 (Kab. Cilacap).

Dari gambar di situs tersebut, proyek dengan total anggaran Rp 18.190.916.000 itu diawasi oleh kejaksaan tinggi Jawa Tengah.

Direktur PT Nenci Citra Pratama Diperiksa KPK

Nama Nelse S, direktur PT Nenci Citra Pratama sempat tersangkut dalam kasus yang melibatkan Bupati Bogor non aktif Ade Yasin.

Ade Yasin (AY) diduga menyuap sejumlah Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat (Jabar) dengan menggunakan uang dari para kontraktor.

Ade Yasin diduga meminta para anak buahnya mengumpulkan dana dari para kontraktor untuk mengurus laporan keuangan janggal Pemkab Bogor.

Dari 12 bos kontraktor yang dipanggil KPK, Nelse dan dua orang lainnya yang bernama, Dedi Wandika, serta seorang pensiunan Amhar Rawi tidak hadir.

“Ketiganya tidak hadir dan informasi yang kami terima ketiganya tanpa memberikan konfirmasi alasan ketidak hadirannya. Tim penyidik segera menjadwalkan pemanggilan berikutnya,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melansir OKEZONE.COM, Selasa (31/5/2022).

Minta Diusut Tuntas

Ambruknya plafon Masjid Tanjak membuat sejumlah pihak angkat bicara.

Sturman Pandjaitan, Anggota DPR RI Dapil Kepri menyayangkan kerusakan masjid yang berlokasi di Bandara Hang Nadim tersebut. “Sangat memprihatinkan,” jawab Sturman, dikutip dari faktaaktual.com.

Masih dari laman yang sama, Sturman menambahkan, kerusakan Mesjid Tanjak tersebut perlu diusut untuk diproses sesuai peraturan. ”Semestinya segera dilaporkan dan diusut untuk diproses permasalahannya sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku,” kata dia.

Sementara itu, Yusril Koto ketua Kepri Goverment Watch mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa kontraktor yang diduga mengerjakan proyek tidak sesuai spesifikasi.

“Kejaksaan atau Polda diminta segel Masjid itu, cari tahu dulu sebabnya, kalau karena curah hujan tinggi, plafonnya kan di dalam nggak akan kena, kalau atapnya bocor berarti ada dugaan tidak sesuai spesifikasi, barangnya SNI tidak atau pengerjaannya sesuai nggak?,” kata Yusril, Kamis (8/9/2022) siang.

Kepala BP Batam: Saya Cari Kontraktornya

Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi meminta pertanggungjawaban dari kontraktor berkenaan dengan robohnya plafon Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak.

“Saya sudah mendapat laporannya dan saya akan cari kontraktornya. Saya akan minta pertanggungjawaban,” kata Rudi, dikutip dari Antara.

Pihaknya juga akan meminta bantuan Satuan Pengawasan Intern (SPI) untuk memeriksa dan mengaudit pembangunan Masjid Tanjak, serta mencari tahu penyebab pasti runtuhnya plafon masjid tersebut.

“Kami akan periksa, apakah karena hujan, atau memang besinya yang tidak kuat. Ini sedang kami betulkan supaya bisa kembali digunakan untuk beribadah,” tambah Rudi.