Batam, Owntalk.co.id – Pemerintah Kota Batam memanggil 20 pelaku usaha jasa Wedding Organizer. Pemanggilan berkaitan dengan teguran terhadap kelalaian dalam menjalankan Prokes.
Teguran disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Ardiwinata.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Disbudpar tersebut, Ardi mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan pelaku wedding organizer.
“Saya temukan sendiri wedding organizer ada yang mulai lalai dengan protokol kesehatan,” tegasnya.
Ardi menekankan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan kegiatan yang diadakan, seperti pernikahan, khitanan, dan sebagainya. Protokol kesehatan yang harus diterapkan itu diantaranya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak.
Baca Juga :
- Direktur PT Malik Parking Kepri Mengaku Dua Bulan Tak Digaji, Minta Kejelasan
- DPRD Kepri Soroti Keselamatan Wisata Pantai Pelawan, Minta Fasilitas Safety Ditingkatkan
- Amsakar Apresiasi Buruh Tinggalkan Aksi Panas, Ketua SPSI Syaiful Badri Serukan ‘Batam Bersih’
“Dalam pelaksanaanya, wedding organizer harus menyiapkan masker, hand sanitizer, tanda jaga jarak, menyediakan pengecek suhu tubuh, dan pelaku wedding organizer menggunakan sarung tangan.
Baca Halaman Selanjutnya…
Protokol kesehatan wajib dilaksanakan

