Batam, Owntalk.co.id – Semangat persaudaraan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Malam Basudara yang mempertemukan para sesepuh, tokoh masyarakat, serta perwakilan paguyuban asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Batam.
Kegiatan silaturahmi dan ramah tamah tersebut berlangsung di Hotel Said, Batam Centre, Sabtu (31/10/2026). Selain menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan, pertemuan ini juga menjadi momentum memperkenalkan kehadiran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Flostar Nusantara Bersatu yang berkedudukan di Kota Batam.
Ketua Flostar Nusantara Bersatu, Eduard Kamaleng, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran organisasi tersebut bukan untuk menjadi pesaing ataupun tandingan bagi paguyuban yang telah lebih dahulu berdiri dan berkembang di Batam maupun Kepulauan Riau, termasuk PKNTT.
Menurut Eduard, Flostar dibentuk dengan semangat merangkul seluruh elemen masyarakat NTT di perantauan. Tujuan utamanya adalah memperkuat persatuan, membangun solidaritas, serta menjadi wadah perlindungan bagi masyarakat NTT di berbagai wilayah Nusantara.
“Flostar hadir bukan untuk menandingi organisasi paguyuban yang sudah ada. Tujuannya adalah memberikan perlindungan bagi seluruh masyarakat NTT di Nusantara ini, khususnya di Batam dan Kepulauan Riau,” tegas Eduard.
Ia menjelaskan, pembentukan Flostar Nusantara Bersatu melibatkan 11 paguyuban yang mewakili kabupaten/kota di Provinsi NTT. Selain itu, terdapat empat deklarator yang turut menandatangani akta pendirian organisasi, sehingga total pendiri berjumlah 15 orang.
Keterlibatan 11 paguyuban tersebut menjadi salah satu kekuatan awal dalam membangun organisasi yang mengedepankan persatuan dan kebersamaan.
Eduard mengatakan, Malam Basudara juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyerap aspirasi, pandangan, serta masukan dari para sesepuh dan tokoh masyarakat. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam memberikan arahan agar organisasi dapat tumbuh dengan fondasi yang kuat.
“Masukan dari orang-orang tua sangat penting bagi kami. Kami ingin organisasi ini ke depan berjalan lebih lancar, lebih kuat, dan semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat asal NTT yang berada di Batam dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eduard menjelaskan bahwa Flostar Nusantara Bersatu dirancang sebagai organisasi berskala nasional dengan struktur DPP berkedudukan di Batam. Karena itu, pengembangan organisasi tidak hanya difokuskan di Batam dan Kepulauan Riau, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau masyarakat NTT di daerah lain.
Sejumlah wilayah yang menjadi rencana pengembangan komunikasi organisasi di antaranya Sulawesi dan Sumatera Utara.
“Rencana kami ke depan adalah membangun komunikasi dengan daerah-daerah lain, termasuk Sulawesi dan Sumatera Utara. Apabila setelah pelantikan ada daerah atau provinsi lain yang ingin bergabung, tentu akan kami komunikasikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesempatan bergabung terbuka bagi masyarakat maupun kelompok organisasi yang memiliki keinginan untuk bersama-sama membesarkan Flostar dan membangun kepengurusan di tingkat daerah.
Melalui momentum Malam Basudara, Flostar Nusantara Bersatu berharap dapat membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh paguyuban dan organisasi masyarakat NTT yang telah ada.
Bagi Flostar, keberagaman organisasi bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling mendukung. Semangat persaudaraan, saling menghormati, dan kebersamaan diharapkan menjadi landasan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat NTT di tanah rantau.
Kehadiran DPP Flostar Nusantara Bersatu di Batam pun diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan persaudaraan masyarakat NTT di Nusantara, tanpa mengesampingkan ataupun menyaingi keberadaan paguyuban yang sudah lebih dahulu hadir.
