KARO, Owntalk.co.id – Pasca erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pekan lalu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengintensifkan upaya tanggap pemulihan bagi warga terdampak serta tim penanggulangan bencana di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas visual Gunung Sinabung saat ini belum menunjukkan peningkatan signifikan. Rekomendasi terbaru menetapkan zona bahaya berada pada radius 3 kilometer dari puncak, sementara radius sektoral arah selatan-tenggara diturunkan dari 6 kilometer menjadi 5 kilometer.
Seiring kondisi yang berangsur membaik, sebanyak 650 warga penyintas telah diperbolehkan kembali ke kediaman masing-masing sejak Senin (7/9).
Mendukung kepulangan para pengungsi tersebut, Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Karo pada hari yang sama. Bantuan yang disalurkan mencakup paket sembako, perlengkapan kebutuhan ibu dan anak, hingga paket extra fooding untuk menunjang operasional Tim Satuan Tugas (Satgas) di dapur umum.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karo, Dapatkita Sinulingga, menyampaikan apresiasi atas kepedulian berkelanjutan dari pihak perusahaan terhadap penanganan bencana di wilayahnya.
“Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang telah memberikan bantuan, tidak hanya kepada masyarakat terdampak tetapi juga perhatian kepada Tim Satgas yang bekerja penuh. Bantuan ini sangat berharga bagi kami, semoga menjadi berkah dan Pertamina semakin jaya,” ujar Dapatkita.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa penanganan ini merupakan realisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Masyarakat sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, semoga bantuan yang diberikan dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Melalui aksi ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” kata Fahrougi.
Ia menambahkan, sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan warga diharapkan mampu meringankan beban fisik maupun ekonomi penyintas bencana.
“Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.

