Batam  

Jelang MUSDA VI, Ibrahim Koto: KAHMI Batam Butuh Arah Baru, Bukan Sekadar Memilih Ketua

Batam, Owntalk.co.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) VI KAHMI Kota Batam pada 18–19 September 2026, perhatian terhadap arah dan masa depan organisasi mulai mengemuka. Alumni HMI Cabang Medan, Ibrahim Koto, mengingatkan agar MUSDA VI KAHMI Batam tidak hanya dipandang sebagai forum pergantian kepemimpinan, tetapi harus menjadi momentum strategis untuk merumuskan sosok dan arah kepemimpinan yang benar-benar dibutuhkan KAHMI Batam dalam menjalankan tanggung jawab moral terhadap umat, bangsa dan negara.

Menurut Ibrahim, tantangan KAHMI ke depan semakin kompleks. KAHMI tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi alumni HMI, tetapi harus mampu menjadi kekuatan intelektual, moral dan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“MUSDA jangan hanya dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan. MUSDA harus menjadi momentum untuk merumuskan sosok yang dibutuhkan KAHMI Batam ke depan. Kepemimpinan yang mampu merealisasikan tanggung jawab moral dan strategis KAHMI terhadap umat, bangsa dan negara, khususnya dalam konteks pembangunan Kota Batam,” ujar Ibrahim.

MUSDA VI KAHMI Batam sendiri mengusung tema “Penguatan Peran KAHMI dalam Mendorong Daya Saing Batam sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi di Indonesia” tema tersebut, kata Ibrahim, menunjukkan bahwa KAHMI Batam dituntut untuk mengambil peran lebih jauh dalam memberikan gagasan dan kontribusi bagi masa depan Batam.

Panitia juga menyiapkan Dialog Publik Nasional pada 18 September 2026 yang akan membahas isu regulasi, investasi, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Dengan menghadirkan narasumber, Ketua Komisi II DPR RI, Ketua Ombudsman RI, Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad, serta tokoh ekonomi Batam.

“Ini menunjukkan bahwa MUSDA VI sesungguhnya bukan hanya agenda internal organisasi. Ada pesan yang lebih besar, yakni bagaimana KAHMI memberikan kontribusi pemikiran terhadap masa depan Batam,” kata Ibrahim.

Rekam Jejak KAHMI Batam di Tingkat Nasional
Ibrahim menilai, dalam menentukan kepemimpinan ke depan, seluruh alumni HMI perlu melihat rekam jejak KAHMI Batam selama periode kepemimpinan Amsakar Achmad.


Amsakar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MD KAHMI Batam periode 2021–2026 dalam MUSDA VI yang digelar pada 28 Agustus 2021. Sejak awal kepemimpinannya, Amsakar menyatakan komitmen untuk menjaga keberlangsungan perkaderan HMI serta menjadikan KAHMI lebih memberikan maslahat bagi umat dan masyarakat.

Salah satu capaian yang dinilai paling menonjol adalah keberhasilan KAHMI Batam menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV KAHMI pada 25–27 Februari 2022.


Rakornas tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir (secara daring ), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Kepala BP Batam juga menjadi bagian dari rangkaian agenda tersebut.

Bagi Ibrahim, penyelenggaraan Rakornas tersebut menjadi bukti bahwa KAHMI Batam mampu membawa Batam masuk dalam ruang strategis organisasi alumni HMI di tingkat nasional.

“Rakornas IV KAHMI di Batam bukan sekadar kegiatan organisasi. Ini menunjukkan bahwa KAHMI Batam mampu menjadi tuan rumah agenda nasional dan menghadirkan tokoh-tokoh nasional, baik dari pemerintahan, legislatif maupun tokoh lainnya. Itu merupakan capaian yang harus kita lihat secara objektif,” ujar Ibrahim.

Menurut dia, Rakornas tersebut juga memperlihatkan kemampuan KAHMI Batam membangun jejaring dan komunikasi lintas sektor. Bahkan, rangkaian Rakornas IV juga menjadi momentum lahirnya berbagai gagasan yang diharapkan dapat memberikan masukan bagi pembangunan, khususnya dalam konteks kebangkitan ekonomi Indonesia pascapandemi.

“Artinya, KAHMI Batam sudah menunjukkan keberadaannya dalam konstelasi nasional. Batam tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi menjadi tempat bertemunya pemikiran dan tokoh-tokoh nasional,” katanya.

Konsistensi Menjaga Peran Strategis
Ibrahim melihat peran strategis tersebut tidak berhenti pada Rakornas 2022.

Pada 2025, KAHMI kembali menggelar berbagai agenda yang memperkuat konsolidasi alumni dan kontribusi pemikiran bagi pembangunan Batam. Dalam sebuah forum KAHMI pada September 2025, misalnya, hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Amsakar dalam kesempatan itu menekankan bahwa KAHMI bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga laboratorium pemikiran yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap dinamika sosial, ekonomi dan politik bangsa.


Menurut Ibrahim, rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan adanya kesinambungan peran KAHMI Batam dalam membangun jejaring, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kalau kita melihat perjalanan beberapa tahun terakhir, ada kesinambungan. KAHMI Batam mampu menghadirkan agenda yang mempertemukan alumni HMI dengan tokoh pemerintahan, legislatif dan tokoh nasional. Ini tentu tidak terlepas dari kepemimpinan dan kemampuan membangun jejaring,” ujarnya.

Ia menilai rekam jejak tersebut menjadi modal penting ketika alumni KAHMI Batam menentukan kepemimpinan periode berikutnya.


Amsakar Dinilai Masih Dibutuhkan
Dalam konteks MUSDA VI, Ibrahim menyebut keberlanjutan kepemimpinan Amsakar Achmad layak dipertimbangkan secara serius.

Amsakar sendiri diberitakan telah menyatakan kesiapannya untuk kembali memimpin KAHMI Batam periode 2026–2031. Namun, keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin tetap akan ditentukan melalui proses MUSDA.

“Kita membutuhkan sosok Amsakar Achmad untuk melanjutkan pemenuhan tanggung jawab moral KAHMI. Bukan semata-mata karena figur, tetapi karena kita membutuhkan kepemimpinan yang sudah memiliki pengalaman, jaringan dan rekam jejak untuk membawa KAHMI Batam tetap hadir dalam ruang-ruang strategis,” tegas Ibrahim.

Menurutnya, keberlanjutan bukan berarti menutup ruang bagi gagasan baru. Sebaliknya, kepemimpinan berikutnya harus mampu mempertahankan capaian yang sudah baik sekaligus melakukan inovasi dan lompatan baru.


“Yang kita butuhkan adalah kesinambungan sekaligus lompatan. Apa yang sudah baik harus dilanjutkan, sementara kekurangan harus diperbaiki. Karena itu, sosok pemimpin menjadi penting,” katanya.

Ia menambahkan, posisi Batam sebagai kota industri, perdagangan, investasi sekaligus kawasan strategis dan perbatasan membutuhkan KAHMI yang mampu membaca perubahan zaman dan memberikan gagasan yang relevan.

“KAHMI harus mampu menjadi bagian dari solusi. Alumni HMI harus hadir dengan pikiran, gagasan dan pengabdian. Karena itu, kepemimpinan KAHMI Batam lima tahun ke depan harus mampu menjawab kebutuhan daerah sekaligus membawa kepentingan daerah ke level nasional,” ujar Ibrahim.

MUSDA Harus Melahirkan Arah Baru
Ibrahim berharap MUSDA VI KAHMI Batam tidak terjebak pada kontestasi figur semata.
Menurut dia, yang jauh lebih penting adalah memastikan forum tersebut menghasilkan arah perjuangan organisasi yang jelas untuk lima tahun mendatang.


“Jangan sampai MUSDA hanya menghasilkan ketua baru, tetapi tidak menghasilkan lompatan baru bagi organisasi. MUSDA VI harus menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa KAHMI semakin dekat dengan umat, semakin relevan dengan pembangunan daerah, dan semakin diperhitungkan dalam konstelasi nasional,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab moral alumni HMI tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan proses perkaderan. Justru ketika berada di tengah masyarakat, nilai-nilai keislaman, keumatan dan kebangsaan harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian.


“Karena itu saya melihat Amsakar Achmad masih dibutuhkan untuk melanjutkan pemenuhan tanggung jawab moral tersebut. Pengalaman, jaringan dan rekam jejak yang sudah dibangun adalah modal penting. Tinggal bagaimana itu dilanjutkan dan diperkuat untuk lima tahun ke depan,” tutup Ibrahim.

Exit mobile version