BATAM, Owntalk.co.id — Krisis air bersih yang menahun di Kampung Tua Tanjung Piayu Laut, Kota Batam, kembali menjadi sorotan tajam. Meski wilayah ini berada relatif dekat dengan infrastruktur strategis seperti jalur distribusi eksisting dan kawasan Waduk Duriangkang, ratusan warga justru masih kesulitan mendapatkan akses layanan air dasar.
Kondisi memprihatinkan ini terungkap dalam peninjauan lapangan dan dialog langsung yang dilakukan oleh Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau, Ria Saptarika, bersama masyarakat setempat.
“Pembangunan Batam tidak boleh menghasilkan paradoks. Kawasan yang dekat dengan infrastruktur strategis justru masih kesulitan mendapatkan layanan dasar air bersih,” ujar Ria dengan nada tegas usai mendengar keluhan warga.
Berdasarkan data di lapangan, diperkirakan ada lebih dari 200 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh krisis air ini. Ibu Nurmu, selaku Ketua RW setempat, membeberkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, satu keluarga terkadang hanya memperoleh pasokan sekitar satu drum air untuk kebutuhan satu minggu.
Akibat keterbatasan pasokan tersebut, warga terpaksa memutar otak agar bisa bertahan hidup. Mereka harus mengandalkan tadahan air hujan serta merogoh kocek sendiri untuk membeli air tangki secara mandiri demi memenuhi kebutuhan domestik.
Menanggapi keluhan tersebut, Ria Saptarika mendesak BP Batam untuk segera memberikan kepastian terkait realisasi pembangunan jaringan pipa baru. Menurutnya, rencana proyek pipa tersebut sebenarnya sudah lama disampaikan kepada publik sebagai solusi penanganan wilayah krisis air di Batam, namun progresnya hingga kini belum dirasakan oleh warga Piayu Laut.
“Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana progres pembangunan jaringan pipa yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik. Yang dibutuhkan warga hari ini adalah kepastian,” tegas Senator Kepri tersebut.
Bagi Ria, karut-marut persoalan ini bukan lagi sebatas kendala teknis distribusi, melainkan sudah menyentuh isu keadilan layanan publik bagi masyarakat kecil.
Guna mempercepat solusi nyata, pihak DPD RI berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan meningkatkan koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Batam, BP Batam, hingga pihak pengelola air bersih. Targetnya, perluasan jaringan pipa baru harus digesa agar secepatnya bisa terdistribusi langsung hingga masuk ke rumah-rumah warga.
”Warga yang hidup di sekitar sumber air tidak boleh terus hidup dalam kondisi kekurangan air bersih,” pungkasnya.

