Karimun, Owntalk.co.id – PLTU Sebatak Karimun menggelar kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran, Angin Puting Beliung, Black Out akibat bencana alam, penanganan huru hara hingga tumpahan limbah B3 di lingkungan kerja PLTU Tanjung Balai Karimun.
Kasat Samapta Polres Karimun AKP Binsar Samosir, SH mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi, baik akibat bencana alam maupun gangguan keamanan dan keselamatan kerja.
“Melalui simulasi tersebut, pihak PLTU bersama instansi terkait berupaya meningkatkan koordinasi, kemampuan respons cepat personel, serta memperkuat sinergitas antar lembaga dalam penanganan kondisi darurat di objek vital nasional,” katanya.
Kegiatan simulasi dihadiri oleh Kasat Samapta Polres Karimun AKP Binsar Samosir, SH., MH, Kabag Ops Polres Karimun AKP Andri Yusri, SH, Manager PLTU Tanjung Sebatak Karimun, Basarnas, BPBD Karimun, RSBT Karimun serta seluruh karyawan PLTU Karimun.
Binsar menjelaskan, dalam salah satu skenario simulasi diperagakan situasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berupa aksi unjuk rasa dari sekelompok masyarakat yang menolak rencana pemadaman listrik oleh pihak PLTU Sebatak Karimun.
“Menyikapi situasi tersebut, Polres Karimun menurunkan satu pleton Dalmas Inti dari Sat Samapta Polres Karimun lengkap dengan sarana dan prasarana pengendalian massa untuk melaksanakan pengamanan di lokasi,” jelasnya.
Binsar menyebutkan, personel Sat Samapta melakukan berbagai langkah pengamanan mulai dari pengaturan posisi personel, pengamanan objek vital, penyampaian imbauan secara humanis, negosiasi dengan perwakilan massa hingga pengendalian situasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Selain itu, aparat juga memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung aman, tertib dan tidak mengganggu operasional maupun keselamatan di lingkungan PLTU Sebatak Karimun,” sebutnya.
Simulasi tersebut bertujuan menguji kesiapan personel, kemampuan taktis di lapangan, pola koordinasi antarinstansi serta kemampuan respons cepat dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi pada objek vital nasional.
