banner 728x90

Tahun 2026 Karimun Makin Mantap Tentukan Arah Pembangunan Dibawah Pimpinan Iskandarsyah

Karimun, Owntalk.co.id – Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Iskandarsyah semakin mantap menentukan arah pembangunan.

Karena itu, pemerintah kini menargetkan penguatan pelayanan dasar sekaligus pemulihan ketahanan fiskal agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa seluruh strategi pembangunan tahun ini berjalan sejalan dengan RPJMD dan terbagi ke dalam enam prioritas utama yang sudah disiapkan secara terukur.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Karimun pun terus melakukan pembenahan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, pemerintah mulai menata kembali penempatan kepala sekolah dan memperkuat sistem data pendidikan.

Sehingga akurasi data benar-benar dapat memastikan bantuan dan fasilitas pendidikan sampai tepat sasaran. Selain itu, program beasiswa yang sudah berlangsung sejak 2025 juga terus dilanjutkan.

Sementara itu, di bidang kesehatan, pemerintah daerah semakin mempertegas komitmennya melalui penerapan Universal Health Coverage (UHC).

“UHC memungkinkan masyarakat berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Iskandarsyah, Sabtu, 3 Desember 2026.

Kemudian, pemerintah juga terus menjalankan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pemberian insentif bagi pelayanan keagamaan. Dengan demikian, seluruh program sosial tetap berjalan selaras dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

Namun demikian, Bupati Iskandarsyah secara terbuka mengakui bahwa daerah masih menghadapi tantangan fiskal cukup berat akibat pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) dan beban utang tunda bayar yang mencapai Rp120–130 miliar. Karena itu, Pemkab Karimun akhirnya mengambil langkah tegas dengan kebijakan pinjaman sebesar Rp135 miliar.

Iskandarsyah pun menegaskan bahwa pinjaman tersebut bukan untuk konsumsi, melainkan sepenuhnya untuk pembangunan produktif, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan hingga pelabuhan.

“Uang yang kita pinjam digunakan untuk sesuatu yang produktif. Kami yakin dengan begitu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mengupayakan keseimbangan keuangan daerah dengan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, Pemkab Karimun menargetkan proyeksi belanja daerah berada di angka Rp1,25 triliun hingga Rp1,3 triliun.

Sektor pertambangan menjadi salah satu tumpuan utama, terutama komoditas batu granit dan pasir laut yang ditargetkan dapat menyumbang peningkatan nilai hingga Rp65 miliar.

Selain itu, sektor pariwisata juga akan terus dipacu, sehingga okupansi hotel meningkat, UMKM hidup kembali, dan sektor restoran semakin bergeliat.

“Jika ini berjalan dengan baik, maka akan ada tambahan PAD lagi, sehingga bisa menyeimbangkan antara utang kita dan penghasilan untuk mendorong pembangunan,” tutup Iskandarsyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *