Bermasalah Dengan Konsumennya, Komisi I DPRD Batam Gelar RDP dengan Agung Toyota Batam Center

Komisi I DPRD Batam Saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Konsumen dan perwakilan Agung Toyota Batam Center

Batam, Owntalk.co.id – Komisi I DPRD Kota Batam fasilitasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) menerima aduan dari salah satu konsumen dealer Agung Toyota Batam Centre. Agenda tersebut digelar di ruang rapat Komisi I DPRD Batam, Kota Batam Provinsi Kepri, Kamis (31/07/2025).

Kejadian berawal ketika Changi atau yang akrab dikenal dengan Ica, merupakan Konsemen yang membeli salah satu unit mobil di dealer Agung Toyota Batam Center. Jenis mobil yang dibeli adalah Toyota Yaris Cross.

Ica menjelaskan pada Agustus 2023 lalu dirinya membeli Toyota Yaris Cross secara Cash dari Agung Toyota Mobil Cabang Batam Centre. Setelah melakukan pembayaran, mobil Toyota Cross yang dipesan tiba di rumahnya pada Hari selasa.

“Setelah mobilnya sampai, kami sudah menggunakannya selama empat hari dan selama pemakaian kami selalu berkomunikasi dengan pihak Toyota, mengenai apa saja yang kurang dengan mobil yang dibeli,” kata Ica.

Ica juga mengatakan, setelah empat hari mobil tersebut digunakan mereka, mereka merasa sensor mobil tidak sesuai dengan yang dijelaskan oleh pihak Dealer dan sangat kurang sensitif.

“Jadi kami komplain, pihak Toyota sangat ramah dan menyuruh kami datang ke Toyota pada hari kelima setelah mobil tiba di rumah, saat perjalanan ke dealer, mobil melaju dengan sendirinya. Namun, apesnya rem tidak berfungsi,” kata Ica.

Saat itu juga mereka mengalami kecelakaan, apa yang mereka alami sangat direspon baik oleh Toyota dengan menjemput mobil dari dealer dan membawa ke dealer.

“Namun seiring berjalannya waktu, pihak dealer melakukan pembongkaran terhadap mobil saya, tanpa ada komunikasi dengan saya, karena saat itu saya sedang mengurus suami saya yang mengalami luka serius dan harus berobat ke Malaysia dan juga Amerika,” kata Ica.

Setelah suaminya sembuh dirinya kembali ke Toyota dan meminta mobilnya dan pihak Toyota menawarkan untuk penggantian uang pembelian mobilnya.

Suami konsumen Agung Toyota Batam Center saat menunjukkan kondisi mobil yang sudah mengalami kecelakaan

Namun Ica yang juga memiliki kuasa hukum bertukar pikiran dan kuasa hukumnya melaporkan pihak Toyota ke Polresta Barelang.

Dengan adanya laporan ke Polresta Barelang Pihak Toyota Batam Centre meminta kepada Ica untuk menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan. Namun tidak ada titik temu hingga akhirnya Ica mengadu ke DPRD Kota Batam.

Sementara dalam RDP tersebut Kepala Cabang Toyota Batam Centre Aulia mengatakan pihaknya selama ini sudah membuka ruang untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Namun kuasa hukum Ica meminta ganti rugi hingga biaya pengobatan suaminya.

“Jadi karena sudah masuk ke ranah hukum, semua proses kami hentikan hingga proses hukum selesai,” kata Aulia.

Aulia juga mengatakan untuk saat ini unit Toyota Yaris milik Ica masih ada di Dealer Toyota Batam Centre, dan untuk perbaikannya akan dilakukan oleh Asuransi.

“Kalau proses hukumnya sudah selesai kami akan melakukan perbaikan terhadap unit sesuai dengan jaminan asuransi,” kata Aulia.

Namun jika proses hukum belum selesai maka segala proses khususnya penggantian unit akan dihentikan sementara.

Sementara mengenai RDP tersebut Pimpinan Rapat Komisi I DPRD Kota Batam Rival Pribadi mengungkapkan komisi I DPRD Batam menyarankan tiga hal.

Yang pertama meminta pihak kepolisian segera merampungkan penyidikan terhadap kasus yang menimpa Ica.

Selanjutnya meminta pihak Asuransi kendaraan agar mengkafer tanggung jawab sesuai aturan setelah kasusnya jelas.

“Jadi kami minta kepada Asuransi agar tetap mengkafer perbaikan, jika sudah ada titik terang dari kasus tersebut,” kata Rival.

Rival juga menyarankan kepada agung Toyota Batam Centre agar tetap berlapang dada untuk mencari solusi terbaik terhadap konsumen.

Sementara untuk Ica Rival juga mengatakan agar memikirkan langkah yang akan diambil berdamai dengan Toyota dengan mencabut laporan yang sudah dibuat di Polresta Barelang.

Exit mobile version