banner 728x90

SPBU KDA Batam Disegel, Disperindag Temukan Pertamax 92 Bercampur Air

Disperindag Kota Batam saat mengecek BBM jenis Pertamax 92 yang tercampur air.

Batam, Owntalk.co.id – Kejadian mengejutkan terjadi di SPBU 14294721 KDA Batamkota pada Kamis (13/6) pagi, saat Pertamax 92 yang dijual di sana diduga bercampur air. Akibatnya, beberapa kendaraan jenis mobil mendadak mogok setelah mengisi bahan bakar di SPBU tersebut.

Dewi, seorang warga Batamcenter, mengalami kejadian ini setelah mengisi Pertamax 92 di SPBU KDA sekitar pukul 08.30 WIB. Mobil Toyota Fortuner putih miliknya tiba-tiba mogok setelah berhenti sebentar di swalayan.

“Saya kaget, karena selama ini mobil saya tidak pernah bermasalah, tapi tiba-tiba mati,” ujar wanita berusia 42 tahun ini.

Setelah menghubungi suaminya, yang kemudian memanggil montir bengkel, mereka menemukan bahwa bahan bakar yang diisi ternyata bercampur air.

“Awalnya saya kira aki bermasalah, tapi ternyata Pertamax yang saya isi tercampur air,” tambah Dewi.

Dewi berharap pihak SPBU bertanggung jawab atas kejadian ini, mengingat dampak buruk yang ditimbulkan.

Foto bensin pertamax 92 yang tercampur air.

Menanggapi laporan ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Batam, Gustian Riau, bersama timnya langsung turun ke SPBU untuk memastikan informasi tersebut.

“Kami mendapatkan informasi saat operasi pasar murah bahwa ada mobil yang mogok karena Pertamax di SPBU KDA bercampur air,” jelas Gustian saat pengecekan BBM di lokasi.

Setelah melakukan pengecekan, mereka menemukan bahwa memang ada Pertamax yang tercampur air di satu dispenser SPBU tersebut.

“Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian,” kata Gustian.

Untuk sementara, pihaknya telah menyegel nozel dan sumur tangki Pertamax di SPBU tersebut.

“Kami segel dulu satu nozel untuk memastikan kondisi. Untuk BBM jenis lain aman, hanya Pertamax 92 yang tercampur air. Kami selidiki apakah ini dari tangki mobil atau sumur penyimpanan,” ungkap Gustian.

Kanit Tipiter Polresta Barelang, Iptu Dody, juga menerima laporan mengenai Pertamax yang tercampur air dan memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Laporan ini akan kami tindaklanjuti untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan dan kelalaian,” sebut Dody.

General Manager SPBU KDA, Daril, merasa terkejut dengan adanya laporan ini dan menyatakan siap bertanggung jawab.

“Setelah dicek, ada sedikit kebocoran di tangki, terutama setelah curah hujan yang tinggi kemarin, sehingga air masuk ke dalam tangki penyimpanan,” jelas Daril, didampingi pengawas SPBU KDA, Wen Tairas.

Daril juga meminta maaf kepada pengendara yang terdampak kejadian ini dan berjanji untuk menjadikannya pelajaran ke depannya.

“Ini murni kelalaian kami. Kami meminta maaf kepada pihak yang terdampak. Ini pertama kalinya terjadi dan akan menjadi pelajaran bagi kami ke depannya,” ujar Daril.

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pengelola SPBU untuk selalu memastikan kualitas dan keamanan bahan bakar yang dijual, demi menjaga kepercayaan dan keselamatan konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *