Karimun, Owntalk.co.id – Anak Buah Kapal (ABK) KM Bahagia Natuna Raden Bambang Firman Alamsyah (18) tahun yang jatuh di perairan Natuna Provinsi Kepri ditemukan di perairan Negara Vietman, Minggu, (16/01).
Danlanal Karimun Letkol (P) Joko Santoso mengatakan ada tanggal 28 Desember 2023 KM bahagia Natuna berangkat dari Karimun menuju perairan Natuna Provinsi Kepri, untuk menangkap ikan. Pada tanggal 06 Januari 2023 KM Bahagia Natuna masih menjalankan aktivitasnya di perairan Natuna menjaring ikan dan sekitar pukul 22.00 wib kru masih melihat sdr iman masih tertidur di kapal.
“Sekitar pukul 04.00 wib pagi kru tidak lagi melihat sdr iman di kapal. Dan mereka pun mencari diseluruh ruangan badan kapal tapi tidak menemukan sdr iman, lalu kapten kapal melaporkan kejadian ke instansi terkait di Natuna dan juga melaporkan kepada pemilik kapal,” katanya
Lanjut Joko pada tanggal 13 Januari 2023 mendapatkan informasi bahwa sdr Imam ditemukan di perairan Negara Vietnam dalam kondisi selamat dengan jarak 435,4 mil dari lokasi jatuhnya, dan dievakuasi ke daerah Nha Trang, Khang aHoa Vietnam.
“Pihak keluarga dari sdr Imam sudah berkoordinasi dengan Duta Besar RI di Vietnam dengan melengkapi dokumen untuk kembali ke karimun,” ujarnya
Joko mengungkapkan Hilangnya 1 orang ABK KM. Bahagia Natuna saat pagi hari tidak ditemukan didalam Kapal, diduga jatuh ke Laut. Hal itu sering terjadi terhadap ABK Kapal ikan, saat bangun tidur diduga masih ngantuk, hingga terpeleset dari Kapal dan jatuh ke Laut. Agar dilakukan Sosialisasi Keselamatan Berlayar terhadap Pengguna jasa Laut, terutama terhadap para Nelayan Kapal ikan oleh unsur Posal dan Babinpotmar jajaran Lanal TBK.
“Kurangnya waspada ABK Kapal terhadap situasi cuaca di Laut dan terhadap Alat keselamatan berlayar yang tersedia sela-sela badan Kapal, untuk memudahkan diambil, guna pertolongan cepat, apabila ada ABK yang jatuh ke Laut, guna menghindari Laka Laut yang menimbulkan korban Jiwa. Agar dilakukan Penyuluhan oleh Posal dan Babinpotmar jajaran Lanal TBK terhadap Kapal ikan, terutama Nelayan Tradisional Pesisir,” ungkapnya
“Agar dilakukan Pendataan terkait Kapal-kapal ikan asal Kab. Karimun yang melaksanakan aktifitas mencari ikan diluar Kab. Karimun seperti Natuna Prov. Kepri, Probolinggo Jatim, guna memudahkan identifikasi kepemilikan, apabila terjadi Laka Laut maupun hal-hal lainnya,” tambahnya,” (koko)

