Lembaga Perlindungan Konsumen Temukan Produk Non SNI di Karimun

#image_title

Karimun, Owntalk.co.id – Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Kepri 1 menemukan barang yang dipasarkan disebuah toko tanpa menggunakan label SNI. Sabtu, (12/11).

Sejatinya, toko branding D itu merupakan tenan dengan brand nasional yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, di daerah Kolong atas, Karimun, LPKSM Kepri 1 menemukan berbagai macam produk yang tak dibarengi logo Standar Nasional Indonesia (SNI)

Kepada Owntalk, Ketua LPKSM Kepri 1 Karimun, Jantro Butar – Butar mengatakan bahwa produk penemuan lembaganya antara lain beberapa jenis lampu, kunci-kunci peralatan bengkel, peralatan rumah dan lainnya.

Tak hanya tak memiliki SNI, Jantro dan tim-nya juga menemukan bahwa produk-produk tersebut berasal dari luar negeri.

“Secepatnya, kita akan membuat laporan ke Disprindag untuk mengecek temuan ini,” sebutnya.

Jantro menyebutkan Kegiatan kunjungan ini sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 dan Kepres RI Nomor 89 Tahun 2019 atas perubahan aturan Nomor 59 Tahun 2021 tentang Perlindungan Konsumen.

“Sesuai amanah Presiden Joko Widodo mengutamakan Produk Indonesia. Agar membantu memulihkan perekonomian masyarakat yang selama ini dilanda Pandemi Covid – 19,” sebutnya

Jantro menyebutkan Sesuai dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2022 yang isinya berbunyi percepatan peningkatan pengunaan Produk dalam Negeri dan Produk usaha Mikro, usaha kecil dan koperasi dalam rangka menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah,

“Untuk itu LPKSM tetap melakukan kegiatan pengawasan di pasaran dalam membantu pemerintahan untuk menjaga mutu,” bilangnya

Owntalk.co.id telah berupaya melakukan konfirmasi atas temuan LPKSM tersebut ke manager toko, namun managemen enggan mengomentari konfirmasi tersebut dan menyarankan langsung menyurati manajemen.

“Pak Mohon lampirkan saja surat kepada manajemen D Mengenai semua permasalahan dan isu yang bapak mau angkat. Nanti melalui saya akan saya sampaikan ke manajemen D” sebutnya (koko)

Exit mobile version