banner 728x90

Rektor Uniba Berganti, Prof Chabullah Digantikan Prof Yuliansyah

Foto : Foto bersama setelah acara serah terima jabatan Rektor Uniba yang dihadiri oleh Gubernur Kepri.

Batam, Owntalk.co.id – Universitas Batam menggelar Pelantikan dan serah terima jabatan rektor universitas Batam periode 2022-2026 di Rumengan Hall Universitas Batam, Selasa (09/09).

Rektor Universitas Batam (UNIBA) sebelumnya Prof. Dr. Ir. Chabullah digantikan dengan prof. Yuliansyah, M.S.A., Ph.D, Akt, CA untuk masa periode 2022-2026.

Dalam pengambilan sumpah prof. Yuliansyah, M.S.A., Ph.D, Akt, CA. sebagai rektor baru UNIBA dipandu dengan pengawas UNIBA, Indrayani, SE., MM., PhD.

Rektor UNIBA Baru,Prof. Yuliansyah, M.S.A., PhD,Akt, CA. mengatakan ini merupakan amanah yang sangat berat baginya,untuk menahkodai Universitas Batam untuk lebih baik.

” Insya Allah program kami untuk membawa kemajuan untuk Universitas Batam,”Ujarnya.

Diterangkannya lagi, kedepannya pihaknya akan meminta agar dosen-dosen lebih aktif, tata kelola dan sebagainya.

Dijelaskannya juga, dalam waktu dekat akan datang fisitasi perguruan tinggi, oleh sebab itu pihaknya fokus untuk visitasi perguruan tinggi ini agar memperoleh hasil yang maksimal.

“Selain itu, banyak program-program dari rektor sebelumnya yang sangat bagus. Kedepannya kita tetap konsultasi ke rektor sebelumnya program apa saja yang akan kita lanjutkan,” ucapnya.

Menurut Pengawas UNIBA,Indrayani, SE., MM., PhD. menerangkan, rektor yang baru tersebut merupakan senior Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi belum terbentuk, rekomendasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti Wilayah II) jadi apa yang harus diperbuat sudah tahu, untuk kemajuan UNIBA dan dapat bersinergi antara yayasan dan rektor.

” Kepada pak rektor agar bekerja lebih maksimal sesuai dengan program kerja yang disampaikan dan didukung oleh seluruh akademik UNIBA insya Allah dapat lebih maju lagi ke depannya,” tutupnya.

Dalam sambutannya Gubernur Ansar menyampaikan tentang bonus demografi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang menempati urutan kelima negara penduduk terbanyak di dunia. Menurutnya potensi ini harus dikelola dengan baik, karena kalau tidak bisa menjadi disaster demografi.

“Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung kiprah Bapak Ibu yang telah menghadirkan institusi pendidikan di Kepri. Apresiasi patut diberikan karena telah mendidik para penerus bangsa,” ucapnya.

Tidak hanya bonus demografi, secara geografis posisi Kepri juga sangat strategis karena berbatasan langsung dengan beberapa negara tenaga seperti Singapura dan Malaysia serta merupakan provinsi Kepulauan terbesar di Indonesia karena memiliki 2.408 pulau.

Selain itu, Kepri berada di Selat Malaka yang merupakan selat tersibuk urutan ke 4 di dunia setelah terusan suez, Selat Bosporus di Turki serta Selat gibraltar yang memisahkan Maroko dan Spanyol. Selat Malaka sendiri setiap tahunnya dilalui kurang lebih 90.000 kapal dan potensi maritim yang strategis ini belum bisa kita manfaatkan secara maksimal karena kewenangan yang terbatas dimiliki oleh Pemerintah Daerah.

“Oleh karena itu peran universitas untuk kemajuan daerah sangat besar. Pemerintah butuh partner untuk berdiskusi dan berkolaborasi melihat potensi ini dari sisi akademis untuk rujukan ke pusat sehingga daerah diberikan kewenangan lebih, misalnya seperti labuh jangkar, logistik, dan lainnya,” harapnya.

Kemudian dikesempatan ini Gubernur Ansar juga mengajak para Civitas Akademi untuk bersama menyusun ekosistem pendidikan yang link match dengan dunia usaha di Batam. Sehingga apa yang dipelajari di Perguruan Tinggi bisa diimplementasikan di dunia usaha.

“Bapak Rektor fasilitasi dan susun rencana link match ekosistemnya biar nanti kita diskusikan dan kita tawarkan ke dunia usaha,” ucapnya.

Selanjutnya kepada Uniba, Gubernur Ansar berharap bukan hanya sebagai institusi pendidikan yang mencetak tenaga ahli yang siap kerja. Namun lebih dari itu dirinya berharap Uniba dapat melahirkan para pengusaha-pengusaha baru yang ikut mendorong kemajuan Kepri.

“Uniba harus jadi trigger, jadi Universitas yang melahirkan entrepreneur entrepreneur muda yang menjadi pondasi ekonomi ke depan,” pintanya.

Tugas pendidikan kedepan jelas Ansar ada dua tugas besar yaitu bukan hanya transfer knowledge tapi juga transfer behaviour yaitu pendidikan harus berlandaskan pada iman dan taqwa sehingga generasi yang terbentuk menjadi generasi yang berkarakter.

“Mahasiswa adalah penentu nasib bangsa ini kedepan. Maka saya akan terus berikan dukungan ke semua universitas yang ada di Kepri sehingga berkontribusi membangun kepri menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Terakhir Gubernur Ansar juga menyampaikan selamat kepada Rektor Uniba yang baru dilantik dan diserahterimakan jabatan dan berharap apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya.

“Kepada rektor Senior Bapak Chabullah Wibisono teruslah berkarya menjadi lebih baik dan mari bangun kepri sesuai dengan potensi yang kita miliki dan selamat kepada Rektor yang baru Bapak Yuliansyah lakukan karya terbaik dan tingkatkan Uniba menjadi Akreditasi Unggul,” tutupnya.

Turut hadir Kepala L2DIKTI Wilayah 10 Afdalisa, Ketua Yayasan Griya Husada Rusli Bintang, Ketua Senat Uniba Soerya Respationo, Para Wakil Rektor, Dekan serta Dosen UNIBA, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri Luki Zaiman Prawira, OPD Provinsi dan staf khusus Gubernur.