KRI BALADAU Amankan Kapal MT World Progress Bermuatan CPO

Date:

Related stories

Muswil IV Pemuda Pancasila Kepri Resmi Dibuka, Siapakah Nahkoda Selanjutnya

Batam, Owntalk.co.id - Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Riau (Kepri)...

Petugas Gabungan Gelar Razia Pajak Kendaraan di Daik – Lingga

Lingga, Owntalk.co.id - Sejumlah kendaraan bermotor terjaring razia saat...

Jelang Konser Noah, PTSP Periksa Perizinan Holywings Batam

Batam, Owntalk.co.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu...

NELAYAN KARIMUN TERSAMBAR PETIR SAAT MENJARING IKAN DI PERAIRAN TAKONG HIU KAB. KARIMUN

Karimun, Owntalk.co.id - Sat Polairud Polres Karimun berhasil evakuasi...

PT Timah Serahkan Bantuan Kursi untuk Mendukung Kegiatan Masyarakat Dusun II Desa Gemuruh

Kundur Barat, Owntalk.co.id -- Untuk meningkatkan sarana dan prasarana...

Karimun, Owntalk.co.id – KRI BELADAU -643 salah satu unsur dibawah Komando Armada RI 1 melaksanakan penghentian pemeriksaan dan penahanan terhadap kapal MT. World Progress berbendera Liberia yang membawa turunan CPO sebanyak 34.854, MT, 13/05/2022.

Berdasarkan dugaan awal adanya ketidak sesuaian data pada dokumen kapal dan beberapa buku pelaut telah habis masa berlaku MT. World Progress dikawal kepangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun untuk dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut.

Pangkoarmada 1 Laksda TNI Arsyad Abdullah SE. M.A.P mengatakan terkait dengan Kapal Tengker World Progress yang ditangkap oleh KRI BALADU pada tanggal 27 April 2022 dan diserahkan pada Lanal Tanjung Balai Karimun 30 April 2022.

“Kini telah dilaksanakan penyelidikan lanjutan oleh Lanal Tanjung Balai Karimun berdasarkan dugaan awal pelanggaran yang didapatkan KRI BALADU,” katanya

Arsyad melanjutkan setelah dilaksanakan penyelidikan ternyata sangkahan dari KRI tidak dapat dibuktikan karena ada sedikit mis komunikasi pada saat itu.

“Pada saat pemeriksaan Nahkoda kurang koperatip sehingga dokumen yang kita minta tidak ditunjukkan dokumen yang sebenarnya yang ditunjukkan dokumen yang lama sehingga pemeriksaan dari KRI ada perbedaan,” ujarnya

Arsyad menjelaskan namun dengan komunikasi yang baik TNI Lanal dengan pihak terkait sehingga kita dapat dokumen sebenarnya dan ternyata dokumen tersebut ada dan lengkap.

“Dokumennya sesuai dengan catatan dan saya datang kemari untuk menyampaikan bahwa kapal ini setelah dilakukan penyelidikan tidak cukup bukti sehingga kapal ini harus dilepas,” jelasnya (koko)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories