Udin menegaskan, point penting yang kedua, meminta kepada UNHCR untuk segera bertindak dan jangan hanya diam melihat situasi seperti ini. UNHCR jangan hanya berkantor di Tanjungpinang saja, seolah-olah tidak peduli dengan keadaan ini.
“Karena semua pengungsi atas rekomendasi UNHCR. Makanya kami minta mereka turun ke Batam,” tegasnya.
Udin menambahkan, massa meminta Pemko Batam untuk mengambil tidakan yang tegas terhadap para pengungsi. Jika permohonan ini tidak diindahkan oleh pemerintah, pihaknya berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa kembali dengan jumlah massa lebih besar dari sekarang.
“Kami minta pemerintah tolong didengarkan permohonan kami ini. Jika tidak diindahkan, kami akan turun lagi dengan jumlah yang lebih besar dari yang ada sekarang,” imbuhnya.
Selanjutnya, pihak massa dari AMPB melakukan pertemuan dengan perwakilan para pengungsi Afganistan,Ali yang dilakukan di Ruang Kelas Hotel Kolekta.
Dalam pertemuan itu, massa menyampaikan beberapa point yang harus menjadi perhatian penting para imigran. Point pertama, meminta para pengungsi tidak mengganggu ketentraman masyarakat Kota Batam dengan melakukan aksi unjuk rasa turun kejalan.
Kedua, masyarakat Kota Batam menolak keras aksi demo yang dilakukan oleh Pengungsi karena banyak permasalahan di Kota Batam yang harus di selesaikan.
“Point ketiga, kami minta agar para pengungsi tidak buat rusuh di kampung kami,” ujarnya.
Selanjutnya, perwakilan dari pengungsi Afganistan, Ali memberikan tanggapan, pihaknya tidak mau rusuh. Pihaknya hanya minta tolong agar Polisi menyampaikan kepada UNHCR agar proses Resettlement kami dapat cepat untuk di proses.
“Saya akan sampaikan ke teman pengungsi lainnya apa yang bapak sampaikan,” ucapnya.
Usai menyampaikan keluhannya, sekira pukul 11. 20 Wib massa Aliansi Masyarakat Peduli Batam membubarkan diri. Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan kondusif.
