Desainer Arnold Putra, Kontroversi Tas Tulang Manusia Hingga Beli Paket Organ

Date:

Related stories

Muswil IV Pemuda Pancasila Kepri Resmi Dibuka, Siapakah Nahkoda Selanjutnya

Batam, Owntalk.co.id - Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Riau (Kepri)...

Petugas Gabungan Gelar Razia Pajak Kendaraan di Daik – Lingga

Lingga, Owntalk.co.id - Sejumlah kendaraan bermotor terjaring razia saat...

Jelang Konser Noah, PTSP Periksa Perizinan Holywings Batam

Batam, Owntalk.co.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu...

NELAYAN KARIMUN TERSAMBAR PETIR SAAT MENJARING IKAN DI PERAIRAN TAKONG HIU KAB. KARIMUN

Karimun, Owntalk.co.id - Sat Polairud Polres Karimun berhasil evakuasi...

PT Timah Serahkan Bantuan Kursi untuk Mendukung Kegiatan Masyarakat Dusun II Desa Gemuruh

Kundur Barat, Owntalk.co.id -- Untuk meningkatkan sarana dan prasarana...

Jakarta, Owntalk.co.id – Desainer yang pernah mengehebohkan tanah air, Arnold Putra, terseret dalam kasus temuan paket berisi organ manusia.

Polisi Brasil menemukan potongan kaki dan tiga paket plasenta yang sudah diawetkan.

Diketahui paket itu telah diawetkan oleh seorang profesor di laboratorium anatomi manusia Universitas Negeri Manaus (UEA).

Berdasarkan informasi salah satu polisi, pemesan paket potongan tubuh manusia ini adalah desainer berinisial AP.

Sebagai informasi, Arnold mengaku mulai bereksperimen dengan fashion sejak belia.

Ia juga menyukai gaya remaja hardcore punk. Menurutnya, gaya hardcore punk dapat meramu gaya dengan apapun yang didaptkan di jalanan.

Sebelumnya, pada 2016 silam, Arnold menjadi sorotan lantaran desain tas yang terbuat dari tulang belakang manusia dan lidah buaya.

Arnold mengaku hanya berkontribusi dalam pembuatan. Klaimnya, bahan baku tas “bersumber etis” dan berasal dari surplus medis di Kanada.

Terbaru, rgan-organ potongan kaki dan tiga plasenta tersebut masih belum diketahui akan dibuat apa. Hingga kini Arnold belum buka suara.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories