Kelompok Tani Pesisir Bersama PT Timah Tbk Menanam 2000 Pohon Mangrove

Karimun, Owntalk.co.id – PT Timah Tbk wilayah operasi Kepri dan Riau, dipenghujung tahun 2021 ini kembali melakukan penghijauan dengan cara penanaman pohon mangrove sebanyak 2000 batang pohon di Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. 

General Manager wilayah operasi Kepri dan Riau PT Timah Tbk, Ebbi Wibisana 

mengatakan, selama tahun 2021 ini pihaknya telah melakukan penanaman pohon mangrove sebanyak 5000 batang lebih diwilayah kabupaten Karimun termasuk di pulau Kundur.

”Penanaman pohon mangrove bertujuan untuk penghijauan hutan mangrove diwilayah operasi PT Timah Tbk,” ucapnya.

“Usai melakukan penanaman mangrove di Pongkar maupun di Kundur, kita ada target untuk penghijauan diwilayah operasi PT Timah Tbk,” katanya.

Ebi melanjutkan, dimana mangrove merupakan salah satu ekosistem esensial di dunia yang mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai, banjir, menjaga kualitas air pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati. 

“Penyimpanan karbon dan menyediakan bahan-bahan alami penting,” ungkap General Manager wilayah operasi Kepri dan Riau PT Timah Tbk,

Ebbi menerangkan menyediakan bahan-bahan alami penting dan menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan orang, 

Pohon mangrove tumbuh di 124 negara tropik dan subtropik dengan luas mangrove di dunia sekitar 15,2 juta hektar. 

“Nah, di Indonesia bersama dengan empat negara lainnya Australia, Brazil, Nigeria dan Mexico mewakili 48 perse dari luas hutan mangrove dunia. Dimana, ekosistem mangrove tersebut berada di 257 kabupaten atau kota termasuk di kabupaten Karimun,” terangnya.

Baca Juga :

Ebbi menyebutkan, kerusakan ekosistem mangrove tersebut disebabkan antara lain oleh adanya konversi lahan mangrove menjadi penggunaan lain, illegal logging, hama dan penyakit, pencemaran dan perluasan tambak serta praktek budidaya yang tidak berkelanjutan, Hal ini telah menyebabkan deforestasi ekosistem pesisir, penurunan kualitas air dan polusi.

”Nah, faktanya menunjukkan bahwa sekitar 5 persen sampai dengan 6 persen hutan mangrove Indonesia hilang atau rusak setiap tahunnya. Sehingga, akan berdampak perubahan lingkungan yang mendorong peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer yang berdampak terhadap perubahan iklim yang menjadi perhatian dunia,” sebutnya

Ebbi menambahkan Maka dengan demikian, pihaknya melakukan penanaman pohon mangrove di desa Pongkar sebanyak 2000 bibit jenis rhizophora sp (buah propagul) dan program penanaman mangroove ini juga untuk memenuhi unsur dalam kreteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance).

Baca Selanjutnya…

Penulis: KokoEditor: Arini
Exit mobile version