banner 728x90

Prediksi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,8% di Tahun 2022

Ilustrasi. Jatimnetwork

Jakarta, Owntalk.co.id – Sepanjang 2020, tiga lembaga rating dunia yaitu Standard&Poor’s, Moody’s, dan Fitch telah melakukan aksi penurunan rating sebanyak 124 kali kepada 53 negara. Mereka juga melakukan revisi outlook menjadi negatif sebesar 133 kali pada 63 negara.

Bahkan di 2021, lembaga pemeringkat masih kerap melakukan penurunan rating kredit dan revisi outlook menjadi negatif. Sampai dengan November 2021, lembaga rating telah melakukan 39 kali aksi penurunan rating pada 26 negara dan 21 revisi outlook menjadi negatif pada 17 negara. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pemulihan ekonomi mulai terjadi, ketidakpastian masih tinggi.

Tapi sebaliknya pada November 2021, lembaga pemeringkat Fitch Rating mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi BBB outlook stable. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi Indonesia di tengah pandemi.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Kementerian Keuangan RI pada 23 November 2021 menyebutkan, lembaga pemeringkat Fitch menilai aktivitas ekonomi Indonesia sudah pulih secara bertahap dari tekanan Covid-19 didukung oleh kebijakan penanganan pandemi yang makin membaik serta didorong upaya percepatan vaksinasi oleh pemerintah. Dalam beberapa bulan terakhir, program vaksinasi telah menjangkau 49,37% populasi atau setara dengan 133,40 juta jiwa untuk dosis pertama dan 87,96 juta untuk dosis ke-2 (32,55% populasi).

Halaman selanjutnya….