Bangka Belitung, Owntalk.co.id — Rumah nyaman dan layak huni merupakan idaman setiap orang. Namun sepertinya harapan itu jauh terpanggang dari api bagi keluarga Yazur.
Di tengah kondisinya yang mengidap penyakit kulit selama setahun lebih, Yazur (52) bersama isterinya harus tinggal di gubuk berdinding terpal dan berlantai tanah.
Ketika ditemui di kediamannya, Lingkungan Sri Pemandang, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (01/12/2021) sore, Yazur berkata sudah tiga tahun ini keluarganya tinggal di gubuk.
“Hampir 3 tahun tinggal di sini, pak,” kata Yazur sembari duduk di kasur lusuhnya.
Keterbatasan ekonomi membuat pria asal Tanjung Pinang itu tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain yang lebih memadai.
Jangankan membuat pondok sederhana untuk berteduh secara layak, makan sehari-hari saja, kata Yazur, keluarganya pas-pasan.
Apalagi penyakit yang ia idap mengakibatkan dua jemari kakinya harus diamputasi karena terjadi penyumbatan pembuluh darah.
Baca Juga :
- Sinergi PWI dan BNNP Kepri, Bersama Perangi Narkoba Lewat Edukasi Publik
- Resmikan Migrant Center di BTP, Menteri P2MI: Mahasiswa Kita Siap Bersaing di Pasar Global
- Apel Pagi Kejari Karimun Perkuat Disiplin dan Integritas Pegawai dalam Pelayanan Publik
Sebelum sakit-sakitan, Yazur bekerja sebagai kuli bangunan. Namun kondisi kesehatannya kini membuat pria paruh baya itu pasrah menerima nasib.
Sedangkan untuk biayai kebutuhan sehari-hari, istrinya, Herlina, rela ambil upah jaga kue dan mendulang bijih timah hingga ke daerah Bencah, Kabupaten Bangka Selatan.
“Jaga kue. Kadang ‘ngereman’ (mendulang timah-pen) di Bencah, pak,” ujar Herlina.
Baca Selanjutnya…

